IMF: Krisis Laut Merah Belum Berdampak Signifikan pada Ekonomi Global

Senin, 12 Februari 2024 - 16:27 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Ekonomi dari 4 Negara Eropa Ini Paling Terdampak oleh Krisis Laut Merah

Dimana dampak paling parah dirasakan oleh Mesir, yang bergantung pada pendapatan dari lalu lintas jalur air dan saat ini kehilangan sekitar USD100 juta per bulan. Namun, Georgieva memperingatkan bahwa kejutan seperti krisis pengiriman Laut Merah membuat prospek pertumbuhan jangka panjang untuk ekonomi dunia "suram."

IMF baru-baru ini sedikit memperbarui proyeksi ekonominya, dan sekarang memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 3,1% di 2024. Tapi menurut Georgieva, angka ini masih "lemah menurut standar historis" jika dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata 3,8% pada dekade sebelum pandemi Covid-19.

"Ini adalah sinyal bahwa kita berada di dunia yang lebih rawan guncangan - kejutan jenis ini ... berarti kita harus berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi guncangan berulang ini," ungkapnya memperingatkan.

Lebih lanjut Ia menyarankan, bahwa otoritas fiskal di seluruh dunia harus membangun penyangga untuk menahan krisis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Pidato di Davos, Prabowo:...
Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Rekomendasi
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved