alexametrics

Penerimaan Pajak Semester I Tahun 2018 Capai Rp581,5 Triliun

loading...
Penerimaan Pajak Semester I Tahun 2018 Capai Rp581,5 Triliun
Ditjen Pajak Kemenkeu mencatat bahwa penerimaan pajak sampai dengan semester I tahun 2018 mencapai sebesar 40,48% atau senilai Rp581,5 triliun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa penerimaan pajak sampai dengan semester I tahun 2018 mencapai sebesar 40,48% atau senilai Rp581,5 triliun dari target Rp1.424,0 triliun. Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Robert Pakpahan menerangkan realisasi pajak sudah sangat bagus dibandingkan tahun lalu.

"Lebih bagus dari tahun lalu 40,84% , kalau pendapatan negara sebenarnya jatahnya bu menteri. Pendapatan negara pertumbuhannya 16% dari target," ujar Robert Pakpahan saat acara ngobrol santai di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Lebih lanjut diterangkan, total penerimaan tersebut berasal dari PPh non migas, PPh migas, PPN, dan PPNBM. Penerimaan pajak yang sebesar Rp 581,5 triliun ini juga tumbuh sekitar 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sepanjang kami mentainance seperti semester I. Ini dipengaruhi Pertumbuhan Ekonomi, pengelolaan dan mudah-mudahan bisa meningkatkan kepatuhan perpajakan dan terus tumbuh," jelasnya.

Dia pun optimis bahwa penerimaan pajak di tahun 2018 sesuai target dari pemerintah. Lantaran, APBN 2018 ditetapkan sebesar Rp1.894,7 triliun yang terdiri dari pajak Rp1.424,0 triliun, bea dan cukai sebesar Rp194,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp275,4 triliun, dan hibah Rp1,2 triliun. "Kita di semester II harapannya growt lebih bagus lagi dari 14%, karena faktor pengampunan pajak harusnya hilang," tandasnya.

Diterangkan untuk jenis pajak PPh Pasal 21 tumbuh 22,23%, PPh Pasal 22 impor tumbuh 28%, PPh badan yang dibayarkan korporasi tumbuh 23,79%, PPh orang pribadi tumbuh 20,06%, dan PPN impor tumbuh 24,29%. Dilihat dari sektornya, pertumbuhan kuat terlihat pada sektor pertambangan 79,71%, kedua pertanian 34,25%, perdagangan 27,91%, terakhir industri pengolahan 12,64%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak