alexametrics

Persaingan Boeing dan Airbus di Farnborough Hasilkan Rp1.154 Triliun

loading...
Persaingan Boeing dan Airbus di Farnborough Hasilkan Rp1.154 Triliun
Persaingan Airbus A30 Neo dan Boeing 737 Max. Foto/Istimewa
A+ A-
FARNBOROUGH - Pameran kedirgantaran terbesar di dunia, Farnborough Airshow 2018 di Inggris, menjadi ajang kompetisi bagi Boeing dan Airbus untuk memenangkan persaingan bisnis. Hari ketiga, keduanya telah mengumpulkan pesanan pesawat komersial senilai lebih dari USD110 miliar atau setara Rp1.154 triliun (kurs Rp14.408 per USD).

Melansir dari CNBC, Rabu (18/7/2018), nilai sebesar USD110 miliar dikutip dari harga daftar resmi kedua pabrikan pesawat. Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengumumkan telah menandatangani kesepakatan dengan beberapa perusahaan selama tiga hari pameran di Inggris, dengan nilai lebih dari USD60 miliar atau Rp864,53 triliun.



Pada hari ketiga pameran alias Rabu ini, Boeing melakukan nota kesepahaman dengan Vietjet Air untuk pembelian 100 unit pesawat 737 MAX, dengan harga lebih dari USD12 miliar.

Transaksi penting lainnya yang diperoleh Boeing datang dari Volga DPNER yang membeli 34 pesawat kargo, perusahaan jasa pengiriman asal Jerman DHL yang membeli 11 pesawat kargo, dan kontrak dari Air Lease Corp yang membeli 78 pesawat baru dengan nilai USD10 miliar.

Sementara saingan mereka, Airbus pabrikan Uni Eropa yang bermarkas di Toulouse, Prancis, menyatakan mendapat kesepakatan kontrak yang mencapai USD52 miliar. Namun Airbus merahasiakan siapa pelanggan besar mereka yang membeli 80 unit pesawat jet A320 neo senilai USD8,8 miliar. Selain itu, mereka mendapat pesanan dari maskapai penerbangan baru asal Amerika Serikat yang dimiliki pengusaha David Neeleman yaitu Jet Blue senilai USD5,5 miliar.

Namun menurut analis dirgantara dari Seeking Alpha, Dhierin Bechai bahwa jumlah dolar yang besar dari kedua raksasa dirgantara itu bukan cerminan sejati dari nilai riil pendapatan baru mereka. Nilai transaksi yang besar itu sebenarnya bagian dari letter of intent atau nota kesepahaman dan “opsi” dimana pelanggan bisa mengonversi pesanan lama dengan pesawat baru.

Seeking Alpha mengatakan selama tiga hari pameran, sejatinya Boeing mengantongi uang sebesar USD14 miliar, sedangkan Airbus mengumpulkan pundi-pundi hingga USD10 miliar.

Dan persaingan keduanya, Boeing dan Airbus akan terus berlangsung. Boeing menargetkan mengirim 42.730 unit pesawat hingga 20 tahun mendatang. Sedangkan Airbus menargetkan mengirim 37.390 unit pesawat untuk waktu yang sama.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak