Resesi Seks Bikin Cemas, Korsel Akan Gelar Perjodohan Massal
Minggu, 18 Februari 2024 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Keruntuhan demografis Korsel jika tidak ditangani dapat menimbulkan dampak yang serius. Bahkan jika Seoul dapat mengatasi dampak ekonomi, penurunan populasi yang dihasilkan akan secara dramatis mengubah keseimbangan kekuatan regional.
Korea Selatan masih mengandalkan wajib militer untuk mempertahankan kekuatan perang. Jumlah wajib militer, yang mewakili sekitar setengah dari jumlah angkatan bersenjata, dapat turun dari 330.000 tentara pada tahun 2020 menjadi 240.000 pada tahun 2036 dan 186.000 pada tahun 2039.
Tanpa perubahan radikal, mempertahankan postur militer Korea Selatan yang tangguh akan menjadi mustahil. Dengan demikian, penurunan populasi merupakan ancaman eksistensial bagi Korea Selatan.
Tak hanya Korsel, kekhawatiran terjadinya resesi seks juga dialami Rusia, Korea Selatan dan China. Selama tahun 2000-an, pemerintah Rusia khawatir bahwa tingkat kesuburan penduduknya yang rendah akan mengakhiri kekuatan ekonomi yang besar dan melemahkan kemampuan pertahanan.
Kecemasan ekonomi yang kuat di kalangan generasi muda adalah faktor lain yang menunda kelahiran. Biaya perumahan dan utang rumah tangga telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga semakin membatasi kemungkinan untuk membentuk sebuah keluarga.
Korea Selatan masih mengandalkan wajib militer untuk mempertahankan kekuatan perang. Jumlah wajib militer, yang mewakili sekitar setengah dari jumlah angkatan bersenjata, dapat turun dari 330.000 tentara pada tahun 2020 menjadi 240.000 pada tahun 2036 dan 186.000 pada tahun 2039.
Tanpa perubahan radikal, mempertahankan postur militer Korea Selatan yang tangguh akan menjadi mustahil. Dengan demikian, penurunan populasi merupakan ancaman eksistensial bagi Korea Selatan.
Tak hanya Korsel, kekhawatiran terjadinya resesi seks juga dialami Rusia, Korea Selatan dan China. Selama tahun 2000-an, pemerintah Rusia khawatir bahwa tingkat kesuburan penduduknya yang rendah akan mengakhiri kekuatan ekonomi yang besar dan melemahkan kemampuan pertahanan.
Kecemasan ekonomi yang kuat di kalangan generasi muda adalah faktor lain yang menunda kelahiran. Biaya perumahan dan utang rumah tangga telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga semakin membatasi kemungkinan untuk membentuk sebuah keluarga.
Lihat Juga :