Kabar Baik dari AS, Alarm Resesi Tak Lagi Berbunyi di Kuartal I/2024
Rabu, 21 Februari 2024 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Sementara LEI yang menurun terus menandakan hambatan terhadap aktivitas ekonomi. Untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir, enam dari 10 komponennya merupakan kontributor positif selama periode enam bulan terakhir," kata Justyna Zabinska-La Monica, manajer senior, indikator siklus bisnis di Conference Board.
"Akibatnya, indeks utama saat ini tidak menandakan resesi ke depan," sambungnya.
Menurutnya pertumbuhan pada kuartal kedua dan ketiga, bagaimanapun harus mendekati nol. Conference Board pertama kali mengumumkan pada Juli 2022 bahwa indeks mengisyaratkan resesi akan datang.
Mereka telah mengulangi perkiraan itu dengan laporan setiap bulan hingga rilis Selasa, kemarin waktu setempat untuk bulan Januari. Bahkan ketika output ekonomi AS, penciptaan lapangan kerja dan belanja konsumen semuanya berlanjut pada tingkat di atas tren dan tidak adanya resesi.
Kontributor positif terbesar untuk pergantian dari proyeki resesi berasal dari lonjakan harga saham baru-baru ini ke rekor tertinggi. Indeks acuan S&P 500 (. SPX), membuka tab baru telah meningkat lebih dari 20% sejak akhir Oktober setelah sinyal dari Federal Reserve bahwa siklus suku bunga agresif yang bertujuan untuk menahan inflasi telah berakhir dan bahwa penurunan suku bunga diharapkan terjadi tahun ini.
"Akibatnya, indeks utama saat ini tidak menandakan resesi ke depan," sambungnya.
Menurutnya pertumbuhan pada kuartal kedua dan ketiga, bagaimanapun harus mendekati nol. Conference Board pertama kali mengumumkan pada Juli 2022 bahwa indeks mengisyaratkan resesi akan datang.
Mereka telah mengulangi perkiraan itu dengan laporan setiap bulan hingga rilis Selasa, kemarin waktu setempat untuk bulan Januari. Bahkan ketika output ekonomi AS, penciptaan lapangan kerja dan belanja konsumen semuanya berlanjut pada tingkat di atas tren dan tidak adanya resesi.
Kontributor positif terbesar untuk pergantian dari proyeki resesi berasal dari lonjakan harga saham baru-baru ini ke rekor tertinggi. Indeks acuan S&P 500 (. SPX), membuka tab baru telah meningkat lebih dari 20% sejak akhir Oktober setelah sinyal dari Federal Reserve bahwa siklus suku bunga agresif yang bertujuan untuk menahan inflasi telah berakhir dan bahwa penurunan suku bunga diharapkan terjadi tahun ini.
Lihat Juga :