Gaswatt, Banyak Perusahaan Pembiayaan Terancam Bangkrut

Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:29 WIB
loading...
Gaswatt, Banyak Perusahaan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan, pandemi Covid-19 berdampak sangat besar pada industri pembiayaan . Ketua APPI Suwandi mengatakan, pembiayaan baru mengalami penurunan dikarenakan berkurangnya daya beli masyarakat dan likuiditas pembiayaan yang ketat.

Restrukturisasi pembiayaan kepada debitor juga menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan pembiayaan (PP). Berdasarkan data OJK per Mei 2020, aset industri mengalami penurunan 1,42% secara setahunan (yoy) menjadi Rp507 triliun.

Piutang pembiayaan juga mengalami penurunan 6,4% (yoy) menjadi Rp420 triliun. Sedangkan pembiayaan bermasalah (NPF) melonjak ke level 4,1%. ( Baca juga:Apesnya Perusahaan Pembiayaan, Susah Dapat Restrukturisasi tapi Harus Memberikannya )

"Peningkatan NPF ini diakibatkan kemampuan membayar debitor berkurang dan menurunnya pembiayaan baru," ujarnya di Jakarta Kamis (13/8/2020).

Selain itu, pandemi ini juga membuat kesulitan dalam menagih angsuran kepada debitor. Alhasil, perusahaan pembiayaan dihadapkan pada masalah likuiditas.

"Perbankan juga harus menghentikan pencairan dana kepada PP dan akibatnya PP kian mengalami masalah likuiditas," sebut dia.

Apalagi PP yang tidak terafiliasi terancam tidak memiliki likuiditas yang cukup. Data per Mei 2020 menyebutkan, dari 183 PP sekitar 117 PP (64%) tidak terafiliasi. Sedangkan 32 PP (17%) terafiliasi dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan 34 PP (19%) terafiliasi dengan bank.

Di sisi lain, PP masih tetap harus melakukan pembayaran cicilan kepada perbankan atas utangnya. Tak pelak, jumlah perusahaan pembiayaan akan berkurang karena tidak mampu bersaing.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MPMX Meningkatkan Pembagian...
MPMX Meningkatkan Pembagian Dividen Tunai di Tengah Kondisi Industri yang Menantang
Menyatukan Pembiayaan...
Menyatukan Pembiayaan Aset Bergerak dalam Strategi Pemasaran Digital
Perkuat Literasi Keuangan,...
Perkuat Literasi Keuangan, Mahasiswa Diajak Pahami Konsep Pembiayaan Bertanggung Jawab
ACC Luncurkan Mobile...
ACC Luncurkan Mobile Branch, Tingkatkan Pembiayaan di 2026
Adrian Cheng Luncurkan...
Adrian Cheng Luncurkan ALMAD Group, Siapkan Strategi Investasi di Ruang Digital
Meriahkan Hari Pelanggan,...
Meriahkan Hari Pelanggan, ACC Bagi-Bagi Emas dan Diskon Angsuran
FIF Cetak Rekor Laba...
FIF Cetak Rekor Laba Rp4,63 Triliun, Salurkan Pembiayaan Hampir Rp50 Triliun
Rust Belt Pernah Capai...
Rust Belt Pernah Capai Kejayaan, Kenapa Kini Justru Sinyal Kebangkrutan AS?
Banyak Pembiayaan Alergi...
Banyak Pembiayaan Alergi Mobil Listrik, BYD Bikin Leasing Sendiri di 2026
Rekomendasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved