Pasarkan lewat Kanal Digital, BCA Life Pelindung Penyakit Kritis
Jum'at, 23 Februari 2024 - 11:52 WIB
loading...
Dipasarkan melalui kanal digital, BCA Life Pelindung Penyakit Kritis memberikan perlindungan finansial komprehensif bagi masyarakat Indonesia yang dapat dibeli semudah berbelanja online. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jiwa BCA ( BCA Life ) anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk sambut awal tahun 2024 dengan meluncurkan produk asuransi kesehatan yang dipasarkan melalui kanal digital mylifeguard.id yaitu BCA Life Pelindung Penyakit Kritis . Produk proteksi dari penyakit kritis berpremi ringan yang dapat dimiliki #SemudahItu mulai dari Rp20 ribuan/bulan dengan manfaat Uang Pertanggungan hingga Rp500 juta untuk menjalani hidup semakin berani.
Baca Juga: Torehkan Capaian Positif di Usia ke-9, Laba BCA Life Tumbuh 273 Persen
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menjadi penyakit kritis penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, yakni 35% disusul penyakit kanker berada pada posisi kedua, yakni 12%.
Sementara itu, mengutip laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan menyajikan data bahwa sebanyak 21,8% orang dewasa mengalami obesitas; 29,3% memiliki kebiasaan merokok; 33,5% masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik; kemudian 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.
Kebiasaan-kebiasaan buruk ini meningkatkan faktor risiko penyakit kritis yang mungkin dihadapi masyarakat Indonesia. Baca Juga: BCA Life Akselerasi Target Inklusi Keuangan 90% di 2024
Di sisi lain, hasil survei dari medical trend summary Mercer Marsh Benefits pada 2021 hingga 2023 menyebutkan inflasi biaya medis di Indonesia meningkat 13,6% pada 2023 dari sebelumnya 12,3% pada 2022. Itu pun lebih tinggi dari rata-rata inflasi biaya kesehatan di Asia yang 11,5%.
Baca Juga: Torehkan Capaian Positif di Usia ke-9, Laba BCA Life Tumbuh 273 Persen
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung menjadi penyakit kritis penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, yakni 35% disusul penyakit kanker berada pada posisi kedua, yakni 12%.
Sementara itu, mengutip laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan menyajikan data bahwa sebanyak 21,8% orang dewasa mengalami obesitas; 29,3% memiliki kebiasaan merokok; 33,5% masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik; kemudian 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.
Kebiasaan-kebiasaan buruk ini meningkatkan faktor risiko penyakit kritis yang mungkin dihadapi masyarakat Indonesia. Baca Juga: BCA Life Akselerasi Target Inklusi Keuangan 90% di 2024
Di sisi lain, hasil survei dari medical trend summary Mercer Marsh Benefits pada 2021 hingga 2023 menyebutkan inflasi biaya medis di Indonesia meningkat 13,6% pada 2023 dari sebelumnya 12,3% pada 2022. Itu pun lebih tinggi dari rata-rata inflasi biaya kesehatan di Asia yang 11,5%.
Lihat Juga :