Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk

Jum'at, 23 Februari 2024 - 19:26 WIB
loading...
Terjun ke Jurang Resesi,...
Penurunan aktivitas pabrik memperburuk pertumbuhan ekonomi Jepang di awal tahun. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Penurunan aktivitas pabrik memperburuk pertumbuhan ekonomi Jepang di awal tahun. Kondisi bisnis lesu di tengah perjuangan keluar dari resesi.

Bank Sentral Jepang melaporkan indeks manufaktur turun menjadi 47,2 di bulan Februari dari 48 di bulan Januari. Indeks utama tetap berada di bawah ambang batas 50 yang membatasi pertumbuhan dari kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut.

"Perekonomian sektor swasta Jepang mengalami sedikit peningkatan awal tahun ini namun menguap selama bulan Februari karena aktivitas bisnis secara luas mengalami stagnasi," kata pejabat S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti dilansir dari The Business Times dari Reuters, Jumat (23/2/2024).

"Perusahaan-perusahaan semakin tidak optimis sejak Januari 2023 mencerminkan berkurangnya optimisme sehubungan dengan produksi di masa depan," katanya.

Baca Juga: Para Wanita Ikut 'Festival Telanjang' di Jepang, Pertama Kalinya dalam 1.250 Tahun

Indeks Pembelian Manajer (PMI) komposit Jepang yang dirilis oleh Bank of Japan, yang menggabungkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa, turun menjadi 50,3 di bulan Februari dari 51,5 di bulan Januari.

Ekonomi Jepang secara tak terduga tergelincir ke dalam resesi pada Kuartal IV 2023 kehilangan gelarnya sebagai ekonomi terbesar ketiga di dunia. Survei menunjukkan, produksi di sektor manufaktur menyusut pada laju tercepat dalam satu tahun karena penurunan tajam dalam pesanan baru survei menunjukkan.

Baca Juga: Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat

Selain itu, lapangan kerja merosot pada laju tercepat sejak Januari 2021 karena penurunan aktivitas pembelian dan kendala kapasitas produksi. Indeks Pembelian Manajer (PMI) komposit Jepang yang dirilis oleh Bank of Japan, yang menggabungkan aktivitas sektor manufaktur dan jasa, turun menjadi 50,3 di bulan Februari dari 51,5 di bulan Januari.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Rekomendasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved