alexametrics

Wall Street Berakhir Variatif Saat Indeks S&P Berbalik Melemah

loading...
Wall Street Berakhir Variatif Saat Indeks S&P Berbalik Melemah
Wall Street pada perdagangan Kamis, kemarin waktu setempat berakhir variatif saat Dow Jones dan indeks S & P 500 menyusut di sesi penutupan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Kamis, kemarin waktu setempat berakhir variatif saat Dow Jones dan indeks S & P 500 menyusut di sesi penutupan. Raihan positif saham Apple dan Amazon, diimbangi oleh kerugian yang dicetak saham energi.

Dow Jones Industrial Average tercatat jatuh 74,52 poin atau 0,29% menjadi untuk 25.509,23 saat indeks S & P 500 kehilangan 4,12 poin setara 0,14% ke level 2.853,58. Sedangkan komposit Nasdaq bertambah 3,46 poin atau 0,04% di posisi 7.891,78.

Beberapa saham yang mengalami kejatuhan di antaranya Tesla Inc (TSLA. O) melemah ke posisi terburuk dalam dua hari dan berakhir turun 4,8%. Indeks S & P 500 yang sedikit tergelincir mendekati rekor tertinggi pada 26 Januari, begitu juga dengan Nasdag berada dalam jalur tertinggi sepanjang masa.

Sektor teknologi mulai melakukan pemulihan secara tajam dalam bursa saham AS sejak Februari, lalu. Tercatat saham Apple naik 0,8% sedangkan Amazon (AMZN. O) lebih tinggi 0,6%.



Hambatan terbesar pada indeks S & P 500 yakni Booking Holdings (BKNG.O) yang jatuh 5% setelah memperkirakan laba kuartal ketiga di bawah ekspektasi. Selanjutnya Rite Aid (RAD.N) turun 11,5% setelah ritel toko obat dan toko kebutuhan rumah tangga AS Albertsons Cos ABS.N setuju untuk mengakhiri perjanjian merger.

Penurunan sektor paling tajam yakni energi mencapai 0,9%. Saham dengan mengalami tekanan di antaranya Occidental Petroleum (OXY.N) turun 4,2% setelah mempertahankan proyeksi produksi yang mendatar untuk tahun ini. Indeks keuangan S & P juga lebih rendah 0,6%.

Saham produsen chip jatuh setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat industri semikonduktor AS. Data terbaru menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja, menggarisbawahi kesehatan ekonomi AS meskipun ketegangan perdagangan sedang berlangsung.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran tiba-tiba turun pekan lalu, berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS. Volume perdagangan pasar saham AS mencapai sekitar 5,9 miliar saham yang lebih rendah bila dibandingkan dengan 6,3 miliar rata-rata harian menurut data Thomson Reuters.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak