Deretan Negara dengan Ekonomi Terbesar yang Terkena Resesi

Selasa, 27 Februari 2024 - 14:32 WIB
loading...
A A A
Lalu ada juga Finlandia mengalami resesi teknis karena PDB kuartal IV-2023 turun sebesar 0,4%, menandai penurunan 1,3% dari tahun ke tahun. Kuartal ketiga juga melemah sebesar 0,7%, menghasilkan penurunan 0,5% dari tahun ke tahun untuk keseluruhan 2023.

Beberapa negara Eropa lainnya merasakan hal serupa yakni Estonia, Irlandia, Luxembourg dan Moldova. Sementara dari benua Amerika, ada Peru yang memasuki resesi tahun ini karena El Nino, investasi swasta yang lebih rendah, dan efek yang tersisa dari protes pada akhir 2022 dan awal tahun ini menjadi penyebabnya.

Resesi Covid-19

Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, beberapa negara maju tidak lolos dari resesi. Resesi dapat diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut. Apabila pertumbuhan negatif berlangsung lama, maka negara tersebut masuk dalam fase depresi.

Amerika Serikat


Negeri Paman Sam -julukan AS- mencatat pertumbuhan minus hingga 32,9% pada kuartal II-2020. Makin parahnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II lantas menyeret negeri adidaya itu dalam fase resesi, usai mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar minus 5% pada kuartal I-2020.

Tercatat, kontraksi terjadi karena adanya penurunan tajam pada konsumsi rumah tangga, ekspor, produksi, investasi, serta belanja pemerintah lokal maupun negara bagian.

Jerman


Satu lagi negara maju yang goyah dihantam Pandemi adalah Jerman, dimana perekonomiannya mengalami kontraksi paling tajam pada kuartal II-2020. Ini menyusul pertumbuhan ekonomi minus yang telah dialami Jerman pada kuartal I-2020.

Dilansir dari Reuters, Kantor Statistik Federal Jerman menyatakan, pertumbuhan ekonomi Jerman minus 10,1% pada kuartal II-2020. Sedangkan pada tiga bulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan minus %.

Angka pada kuartal II-2020 tersebut merupakan yang terendah sejak Kantor Statistik Federal mengumpulkan data pertumbuhan ekonomi Jerman per kuartal pada tahun 1970.

Prancis


Pertumbuhan ekonomi Perancis pada kuartal II tahun 2020 tercatat minus 13,8%. Sebelumnya pada kuartal I tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Perancis minus 5,9%.

Dengan begitu, Perancis resmi masuk dalam jurang resesi. Pelemahan ekonomi di Perancis ini terjadi di antaranya karena menyusutnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan perdagangan akibat lockdown mencegah penyebaran virus corona.

Italia


Pertumbuhan ekonomi Italia sudah minus 2 kuartal berturut-turut. Pada kuartal II-2020, ekonomi Italia terkontraksi hingga minus 17,3%. Sementara di kuartal I-2020, ekonomi Italia sudah minus 5,5%.

Spanyol


Menurut Badan Statistik Spanyol, negara ini telah memasuki fase resesi ekonomi usai PDB kuartal II 2020 turun hingga 18,5%. Secara kuartalan, pertumbuhan minus ini merupakan rekor pertumbuhan ekonomi terburuk. Di kuartal I 2020, ekonomi Spanyol juga anjlok hingga 5,2%.

Pada akhir tahun 2020, tercatat ada 14 negara mengonfirmasi terjadinya resesi akibat pandemi Covid-19.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
1 Miliar Barel Minyak...
1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Peluang Resesi Indonesia...
Peluang Resesi Indonesia di Bawah 5%, Lebih Kuat dari AS, Kanada, dan Jepang
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Presiden Prabowo: Dunia...
Presiden Prabowo: Dunia Sekarang Penuh Ketidakpastian, Bahkan Bahaya
Rekomendasi
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved