Harga Gas Lebih Murah, Kerja Sama PGN dan MRT Bikin UMKM Happy
Selasa, 27 Februari 2024 - 13:58 WIB
loading...
Kerja sama Pertamina melalui Sub Holding Gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT MRT Jakarta dinilai sangat positif, khususnya bagi pelaku UMKM karena harga gas melalui jaringan pipa tentu lebih murah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kerja sama Pertamina melalui Sub Holding Gas PT Perusahaan Gas Negara ( PGN ) dan PT MRT Jakarta dinilai sangat positif, khususnya bagi pelaku UMKM. Selain sebagai bentuk komitmen Pertamina untuk menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060, kerja sama ini juga menguntungkan para pedagang, termasuk UMKM di berbagai jalur MRT.
“UMKM happy. Mereka akan banyak diuntungkan karena harga gas melalui jaringan pipa tentu lebih murah,” kata Pengamat energi bersih, Ababdi Poernomo.
Baca Juga: Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Jaringan gas (jargas) memang lebih murah dibandingkan elpiji yang sebagian besar diperoleh melalui impor. Karena itu pula, lanjut Abadi, melalui ekspansi yang terus dilakukan PGN, termasuk kerja sama dengan MRT, akan berdampak positif juga untuk mengurangi beban subsidi, yang setiap tahun terus membengkak.
“Bagaimana pun, subsidi di elpiji sudah cukup besar karena konsumsinya terus naik. Apalagi LPG 3 Kilogram selama ini dijual di bawah harga keekonomian,” lanjutnya.
Baca Juga: Pembangunan MRT Fase 2A Ditargetkan Rampung Seluruhnya Tahun 2029, Begini Progresnya
Sementara terkait komitmen Pertamina menuju NZE 2060, Abadi juga membenarkan. Sebab meskipun merupakan energi fosil, namun emisi gas sangat kecil. Jauh lebih kecil dari batubara dan minyak bumi.
“UMKM happy. Mereka akan banyak diuntungkan karena harga gas melalui jaringan pipa tentu lebih murah,” kata Pengamat energi bersih, Ababdi Poernomo.
Baca Juga: Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Jaringan gas (jargas) memang lebih murah dibandingkan elpiji yang sebagian besar diperoleh melalui impor. Karena itu pula, lanjut Abadi, melalui ekspansi yang terus dilakukan PGN, termasuk kerja sama dengan MRT, akan berdampak positif juga untuk mengurangi beban subsidi, yang setiap tahun terus membengkak.
“Bagaimana pun, subsidi di elpiji sudah cukup besar karena konsumsinya terus naik. Apalagi LPG 3 Kilogram selama ini dijual di bawah harga keekonomian,” lanjutnya.
Baca Juga: Pembangunan MRT Fase 2A Ditargetkan Rampung Seluruhnya Tahun 2029, Begini Progresnya
Sementara terkait komitmen Pertamina menuju NZE 2060, Abadi juga membenarkan. Sebab meskipun merupakan energi fosil, namun emisi gas sangat kecil. Jauh lebih kecil dari batubara dan minyak bumi.
Lihat Juga :