alexametrics

BI Diragukan Ekonom Bakal Kembali Kerek Suku Bunga Acuan

loading...
BI Diragukan Ekonom Bakal Kembali Kerek Suku Bunga Acuan
BI diragukan oleh ekonom bakal kembali menaikkan suku bunga acuan Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ketika krisis Turki masih berlanjut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diragukan oleh ekonom bakal kembali menaikkan suku bunga acuan Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate ketika krisis Turki berdampak pada mata uang Indonesia terhadap dolar. Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menerangkan, bahwa BI tidak akan menaikan suku bunga yang dinilai temporer dalam menstabilkan rupiah.

"RDG diprediksi akan mempertahankan 7days repo rate di 5,25%. Situasi di Turki yang sulit diprediksi akan menimbulkan gejolak bagi kurs negara berkembang. Jadi otoritas moneter pun akan wait and see mengkalkulasi seberapa parah dampak Krisis Turki ke Rupiah dan seberapa lama," ujar Bhima saat dihubungi oleh SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Sementara ini BI masih andalkan cadangan devisa untuk mestabilisasikan kurs rupiah, meskipun konsekuensinya cadev akan tergerus. Hal itu dikarenakan BI masih wait and see mengenai krisis turki yang diperkirakan belum akan berakhir. "Episode krisis turki masih tahap awal, belum akan berakhir dalam waktu dekat," terang dia.



Jikapun akan menaikkan suku bunga kembali, Dia pun menyarankan agar menaikan suku bunga 25 basis point agar tidak terlalu membebani sektor perbankan. "Di sisi lain ruang pengetatan moneter BI masih ada untuk menaikkan bunga acuan 25-50 bps. Namun kenaikan bunga acuan ini akan digunakan BI sebagai kebijakan preemptives naiknya Fed rate bulan September dan Desember," paparnya
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak