Sibuk dengan Makan Siang Gratis, Pemerintah Diminta Fokus Turunkan Harga Beras

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:24 WIB
loading...
Sibuk dengan Makan Siang...
Gelaran simulasi program makan siang gratis yang dihadiri Menko Airlangga Hartarto mendapatkan kritik keras dari ekonom yang menekankan, seharusnya pemerintah fokus menurunkan harga beras. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gelaran simulasi program makan siang gratis yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mendapatkan kritik keras dari ekonom. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai seyogyanya Menko Airlangga Hartarto fokus menurunkan harga beras , daripada menggelar uji coba makan siang gratis .

Baca Juga: Anggaran Makan Siang Gratis, Menko Airlangga Beri Sinyal Diambil dari Dana BOS

Sebagai informasi Menko Airlangga baru saja menghadiri simulasi atau uji coba program makan siang gratis yang merupakan gagasan Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka .

Aksi tersebut pun mengundang banyak pertanyaan, lantaran makan siang gratis bukanlah program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ekonom Tauhid mencatat, seharusnya Menko Perekonomian fokus menurunkan harga beras di pasaran, sehingga inflasi bisa terjaga.

“Menurut saya justru paling prioritas pemerintah saat ini di bawah Menko Perekonomian adalah bagaimana menurunkan harga beras. Ini penting karena di bawah mereka, sehingga inflasi bisa lebih rendah,” ujar Tauhid saat dihubungi, Kamis (29/2/2024).

Baca Juga: Menu Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Diracik Jokowi, Ini Isinya

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga diminta fokus membenahi berbagai persoalan lainnya. Misalnya beberapa sektor industri yang gulung tikar hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Atau misalnya bahwa beberapa industri kita yang tutup, banyak PHK dan sebagainya itu juga policy-policy dan sebagainya itu disampaikan, karena tidak semuanya dalam kondisi baik saat ini,” paparnya.

Tauhid memandang, seyogyanya uji coba makan siang gratis dilakukan pasca KPU mengumumkan hasil Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 atau setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru pada Oktober mendatang.

“Betul, menurut saya terlalu cepat untuk melakukan uji coba dan sebagainya. Saya kira akan lebih etis kalau misalnya sudah ada pengumuman, apalagi kalau sudah pelantikan,” paparnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan program makan siang gratis juga harus didahului perencanaan yang matang. Artinya, harus dijelaskan secara menyeluruh dalam RPJMN yang baru. Lantaran, program utama Prabowo-Gibran ini lebih tepat dijalankan oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait dan bukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurutnya, Menko Perekonomian hanya bertugas mengkoordinasikan dengan K/L terkait dan bukan sebagai pelaksana program. “Ini saya kira dari segi perencanaan sebenarnya bukan dari Menko, tapi dari K/L terkait, Kemenko hanya mengkoordinasikan begitu. Jadi sifatnya K/L terkait siapa? Nah desainnya, idealnya Menko yang mengkoordinasikan antara K/L,” beber dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Harga Beras Dunia Turun...
Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Harga Beras Turun, Mentan:...
Harga Beras Turun, Mentan: Supaya Masyarakat Bahagia
Rekomendasi
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved