Awas! PHK Menghantui Industri Tekstil dan Padat Karya di Sepanjang Kuartal I/2024

Jum'at, 01 Maret 2024 - 20:59 WIB
loading...
Awas! PHK Menghantui...
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) memperingatkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri tekstil dan padat karya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia ( APSYFI ) memperingatkan adanya potensi pemutusan hubungan kerja ( PHK ) di industri tekstil dan padat karya. Alasannya karena kinerja sektor bisnis ini diperkirakan masih akan tertekan di kuartal I/2024.

Ketua Umum APSYFI, Redma Gita Wirawasta mengatakan, kinerja dan pendapatan perusahaan-perusahaan tekstil dan padat terus menurun selama tiga bulan pertama tahun ini. Baca Juga: 70% Market Dikuasai Produk Impor, Industri Tekstil RI di Ujung Tanduk

“Kalau kita melihat di kuartal 1 (2024) sepertinya akan berlanjut turun ya, karena memang di bulan Januari, Februari kita masih mendengar teman-teman yang melakukan PHK gitu ya,” ujar Redma dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Jumat (1/3/2024).

Saat ini utilisasi pabrik berada di angka 40% atau terjun bebas dari posisi di tahun 2022, yakni 75-80%. Penurunan secara signifikan ini membuat kinerja tekstil dan padat negatif.

Baca Juga: Diserbu Produk Impor, Caleg Perindo Dorong Perlindungan Industri Tekstil dan Garmen Lokal

“Sekarang di hulu itu utilisasi sekitar 40 persen, itu di bulan Januari dan Februari. Artinya, di kuartal I/2024 ini akan tetap kemungkinan lebih dalam minus-nya dibandingkan kuartal IV (2023),” paparnya.

APSyFI mencatat, produk tekstil impor menguasai 70 persen pasar (market) di Tanah Air. Kondisi itu membuat kinerja industri tekstil lokal tertekan dan terus merugi.

Redma mengaku, dominasi produk impor di pasar dalam negeri membuat industri tekstil lokal masuk dalam kategori terburuk dibandingkan 20 tahun terakhir. Bahkan, Ramadan dan Lebaran yang menjadi momentum penting bagi perusahaan tekstil agar mendorong pertumbuhan bisnis pun minim harapan.

Redma menyebut, tidak banyak harapan di benak para pengusaha tekstil untuk meraup untuk di momentum Ramadan dan Lebaran 2024 ini.

“Ada harapan sedikit, tapi optimisme sangat kecil. Untuk jenis beberapa produk itu ada harapan, tapi harapan mereka juga tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena barang impor sudah sangat banyak gitu,” beber dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved