Utang Luar Negeri Naik di Tengah Wabah, Wajar Kah?

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 12:18 WIB
loading...
Utang Luar Negeri Naik...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemi corona (Covid-19), Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat meningkat. Posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal II/2020 sebesar USD408,6 miliar dolar, terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD199,3 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD209,3 miliar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan utang luar negeri tidak wajar di saat ekonomi tengah mengalami kontraksi. Total ULN pemerintah misalnya tumbuh 2,1% pada kuartal II padahal belanja pemerintah tumbuh negatif 6,9% di periode yang sama. (Baca juga: Catat Ya!, Mau Jokowi atau Bukan yang Jadi Presiden, Utang Akan Tetap Naik )

"Ini anomali. Artinya utang pemerintah yang naik tidak digunakan untuk mempercepat stimulus terhadap ekonomi," kata Bhima saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Menurut dia, tren ke depan akan terus meningkat seiring pelebaran defisit anggaran dan kebutuhan untuk menutup kewajiban utang jatuh tempo. (Baca juga: Catat! Libur Nyicil Utang Bakal Diperpanjang Tahun Depan )

Di sisi lain, ULN swasta meningkat cukup tajam untuk memenuhi kebutuhan refinancing di saat suku bunga turun. "Ada juga korporasi yang coba bertahan di tengah turunnya penjualan dengan menambah pembiayaan utang," ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.658 Triliun di Kuartal I-2026
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Purbaya Bocorkan Nasib...
Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Rekomendasi
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved