Inflasi Medis Meningkat, Pemerintah Diminta Standardisasi Biaya Rumah Sakit
Rabu, 06 Maret 2024 - 16:10 WIB
loading...
Groopy.id bersama MNC Life menggelar Seminar Nasional, Kenaikan Inflasi Medis: Apa Kabar Perusahaan, Rumah Sakit & Asuransi? di Jakarta, Rabu (6/3/2024). FOTO/Iqbal Dwi Purnama
A
A
A
JAKARTA - Pelaku industri asuransi mendorong pemerintah membuat standardisasi biaya pengobatan di rumah sakit. Hal itu mencuat dalam diskusi Seminar Nasional, Kenaikan Inflasi Medis: Apa Kabar Perusahaan, Rumah Sakit & Asuransi? di Jakarta, Rabu (6/3/2024).
CEO PT Kandara Digita Kreatif (Groopy.id), Kuntoro Andri Priyanto mengatakan saat ini masih terdapat disparitas harga antar rumah sakit terkait penetapan tarif pengobatan. Dia berharap pemerintah bisa menentukan standarisasi tarif pengobatan agar tidak terjadi disparitas harga yang cukup jauh. Sebab hal tersebut menurutnya berdampak juga terhadap industri asuransi yang saat ini tengah menghadapi inflasi medis.
"Melalui sinergi untuk melakukan standarisasi antar rumah sakit, karena antara rumah sakit A dengan penyakit yang sama, dengan rumah sakit B, itu disparitas harga nya cukup berbeda-beda," ujar Kuntoro dalam acara tersebut.
Baca Juga: Inflasi Medis Naik 3 Kali Lipat, MNC Life Beri Solusi
Kuntoro menjelaskan, saat ini Medical Trend Rate atau biaya kesehatan di Indonesia meningkat hingga 13,6 persen di 2023. Hal ini diprediksi lebih tinggi dari proyeksi Asia yang berada di angka 11,5 persen, dan melebihi inflasi keuangan Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,5 persen.
CEO PT Kandara Digita Kreatif (Groopy.id), Kuntoro Andri Priyanto mengatakan saat ini masih terdapat disparitas harga antar rumah sakit terkait penetapan tarif pengobatan. Dia berharap pemerintah bisa menentukan standarisasi tarif pengobatan agar tidak terjadi disparitas harga yang cukup jauh. Sebab hal tersebut menurutnya berdampak juga terhadap industri asuransi yang saat ini tengah menghadapi inflasi medis.
"Melalui sinergi untuk melakukan standarisasi antar rumah sakit, karena antara rumah sakit A dengan penyakit yang sama, dengan rumah sakit B, itu disparitas harga nya cukup berbeda-beda," ujar Kuntoro dalam acara tersebut.
Baca Juga: Inflasi Medis Naik 3 Kali Lipat, MNC Life Beri Solusi
Kuntoro menjelaskan, saat ini Medical Trend Rate atau biaya kesehatan di Indonesia meningkat hingga 13,6 persen di 2023. Hal ini diprediksi lebih tinggi dari proyeksi Asia yang berada di angka 11,5 persen, dan melebihi inflasi keuangan Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,5 persen.
Lihat Juga :