Harga Beras Tak Kunjung Turun, Wapres: Masih Sulit
Kamis, 07 Maret 2024 - 17:47 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengungkapkan soal harga beras masih tinggi di pasaran. Dia mengatakan salah satunya akibat panen yang terlambat sehingga stok beras menurun.
"Soal beras, saya kan tempo hari mengatakan memang masih sulit ya, karena belum panen, oleh karena itu kita harapkan, bahwa sekarang sudah mulai ada panen di beberapa daerah, kita harapkan nanti tidak lama lagi harga beras akan stabil lagi," ujar Wapres usai menghadiri acara di Tangerang, Banten, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sepelekan Lonjakan Harga Pangan
Wapres pun memastikan bahwa pemerintah telah melakukan stabilisasi harga beras, salah satunya dengan melakukan operasi pasar.
"Jadi memang stabilitas itu akan terjadi ketika ketersediaan beras panen masyarakat ada itu akan kembali ke keadaan normal lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Wapres di sela menghadiri Indonesia-New Zealand Halal Business Engagement, di Selandia Baru, Jumat (1/3) menjelaskan bahwa cadangan beras di Indonesia memang sempat mengalami defisit akibat panen terlambat, sehingga dilakukan impor.
"Soal beras, saya kan tempo hari mengatakan memang masih sulit ya, karena belum panen, oleh karena itu kita harapkan, bahwa sekarang sudah mulai ada panen di beberapa daerah, kita harapkan nanti tidak lama lagi harga beras akan stabil lagi," ujar Wapres usai menghadiri acara di Tangerang, Banten, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sepelekan Lonjakan Harga Pangan
Wapres pun memastikan bahwa pemerintah telah melakukan stabilisasi harga beras, salah satunya dengan melakukan operasi pasar.
"Jadi memang stabilitas itu akan terjadi ketika ketersediaan beras panen masyarakat ada itu akan kembali ke keadaan normal lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Wapres di sela menghadiri Indonesia-New Zealand Halal Business Engagement, di Selandia Baru, Jumat (1/3) menjelaskan bahwa cadangan beras di Indonesia memang sempat mengalami defisit akibat panen terlambat, sehingga dilakukan impor.
Lihat Juga :