Sri Mulyani Wanti-wanti Jangan Sepelekan Lonjakan Harga Pangan
Kamis, 07 Maret 2024 - 16:00 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dunia sedang tidak baik-baik saja. Pascapandemi Covid-19 kondisi ekonomi global cenderung melemah dan terfragmentasi atau terpceah belah.
Menurutnya ekonomi global sepanjang 2024 masih akan tertekan atau mengalami ketidakpastian, justru makro ekonomi Indonesia dipercaya masih berada di level stabil atau relatif terjaga.
"Di dalam kondisi lingkungan global yang selama dua tahun berturut-turut, terutama pascapandemi yang cenderung lemah dan makin terfragmentasi. Namun ekonomi Indonesia kita relatif tetap terjaga," ujar Sri Mulyani saat gelaran BRI Microfinance Outlook 2024, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Dunia Terpecah Belah, Investasi Kini Pakai Pendekatan Pertemanan
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mencatat Indonesia ada di tengah situasi dunia yang masih bergumul dengan tekanan inflasi yang relatif tinggi. Namun, Indonesia memiliki tingkat headline inflasi atau inflasi utama yang cukup rendah.
Hanya saja, Indonesia tidak boleh menyepelekan kenaikan harga pangan, karena faktor inflasi dari pangan menunjukan tekanan, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran 2024. Sri Mulyani meminta perlu diwaspadai dan diatasi.
"Kita juga mensyukuri pertumbuhan ekonomi kita yang resiliensi dan juga terjaga dari sisi inflasi yang rendah. Indonesia di dalam situasi dunia yang masih bergumul dengan tekanan inflasi yang relatif tinggi,” paparnya.
Menurutnya ekonomi global sepanjang 2024 masih akan tertekan atau mengalami ketidakpastian, justru makro ekonomi Indonesia dipercaya masih berada di level stabil atau relatif terjaga.
"Di dalam kondisi lingkungan global yang selama dua tahun berturut-turut, terutama pascapandemi yang cenderung lemah dan makin terfragmentasi. Namun ekonomi Indonesia kita relatif tetap terjaga," ujar Sri Mulyani saat gelaran BRI Microfinance Outlook 2024, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Dunia Terpecah Belah, Investasi Kini Pakai Pendekatan Pertemanan
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mencatat Indonesia ada di tengah situasi dunia yang masih bergumul dengan tekanan inflasi yang relatif tinggi. Namun, Indonesia memiliki tingkat headline inflasi atau inflasi utama yang cukup rendah.
Hanya saja, Indonesia tidak boleh menyepelekan kenaikan harga pangan, karena faktor inflasi dari pangan menunjukan tekanan, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran 2024. Sri Mulyani meminta perlu diwaspadai dan diatasi.
"Kita juga mensyukuri pertumbuhan ekonomi kita yang resiliensi dan juga terjaga dari sisi inflasi yang rendah. Indonesia di dalam situasi dunia yang masih bergumul dengan tekanan inflasi yang relatif tinggi,” paparnya.
Lihat Juga :