alexametrics

Jamie Dimon: Saya Lebih Pintar dari Donald Trump

loading...
Jamie Dimon: Saya Lebih Pintar dari Donald Trump
Chief Executive Officer JP Morgan Chase Jamie Dimon. Foto/Business Insider
A+ A-
NEW YORK - Chief Executive Officer JP Morgan Chase--bank investasi terbesar di Amerika Serikat--Jamie Dimon mengklaim bahwa dirinya dapat mengalahkan Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan presiden pada tahun 2020 mendatang.

"Saya pikir saya bisa mengalahkan Trump. Karena saya sekuat dia tapi saya lebih pintar dari dia. Dia bisa saja 'menyerang' saya tetapi saya rasa dia tidak akan berhasil. Saya akan bertarung (maju sebagai calon presiden) segera," ujarnya kepada media massa di AS dalam acara di markas JP Morgan Chase di Park Avenue, New York.

Dimon, 62 tahun, yang merupakan keturunan Yunani jebolan Universitas Harvard menambahkan, ia lebih hebat dari Trump karena berasal dari keluarga pas-pasan di kawasan Queens, New York yang berhasil masuk deretan elit orang kaya di kota berjuluk Big Apple

"Saya menjadi orang kaya di New York karena kerja keras mendapatkan uang. Bukan hadiah dari ayah," ujarnya menyindir Trump yang keturunan pengusaha.



Sejak 2008-2011, Dimon selalu dinobatkan sebagai The Best CEO di Amerika. Penobatan tersebut karena kemampuannya mengendalikan dan menyelamatkan JP Morgan Chase selama krisis keuangan 2008, sekaligus menorehkan namanya.

Melansir dari CNBC, Kamis (13/9/2018) Dimon mengatakan bila maju menjadi calon presiden akan melakukan peningkatan pertumbuhan ekonomi, dengan mendorong reformasi yang masuk akal dalam segala bidang, termasuk soal kebijakan imigrasi hingga belanja infrastruktur.

Dirinya juga akan melakukan program sebesar USD500 juta dari JP Morgan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di beberapa kota terpilih di seluruh dunia.

Meski dinobatkan sebagai bankir terbaik, namun rasa percaya diri Dimon masih tipis sebagai politikus. Sekitar satu setengah jam setelah pernyataannya, Dimon meralat bahwa dirinya tidak berniat mencalonkan diri sebagai presiden.

"Saya frustasi karena semua pihak menyorongkan saya mencalonkan diri sebagai presiden untuk membantu menyelesaikan masalah besar," katanya.

Kemenangan Donald Trump pada 2016, membuat beberapa pengusaha tertarik untuk maju sebagai calon presiden. Dan beberapa mendorong Dimon untuk mengubah pikiran dengan maju sebagai calon presiden.

Keraguan Dimon untuk maju selain karena kuatnya popularitas Trump, juga "sisi liberal" dari Partai Demokrat. Dimon sendiri seumur hidupnya adalah pendukung Partai Demokrat. "Namun saya sulit memenangkan pemilihan (di konvensi Partai Demokrat) karena saya tidak bisa mengalahkan sisi liberal dari Partai Demokrat".

"Sulit bagi seorang bankir kaya untuk bisa mengalahkan kandidat liberal di Partai Demokrat," sambungnya. Ia mengatakan, Partai Demokrat harus "menyatukan pandangan mereka" dengan tidak menyerang kelompok pebisnis.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak