Melanjutkan Kinerja Impresif di 2023, Laba Bersih PGE Naik 28,47%
Minggu, 10 Maret 2024 - 14:43 WIB
loading...
Menurut laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit (audited) dan disampaikan kepada publik pada 1 Maret 2024, PGE pada 2023 mencatatkan laba bersih sebesar USD163,57 juta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) , emiten anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berfokus di bidang energi panas bumi , secara konsisten terus menunjukkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang positif pada tahun 2023. Kinerja unggul ini diperoleh melalui strategi efisiensi, penjualan uap dan listrik, dan pendapatan lainnya, seiring dengan ekspansi perusahaan dalam menggali potensi panas bumi di Indonesia.
Baca Juga: PGE Gandeng Chevron dan Mubadala Garap Proyek Panas Bumi di Sulawesi Utara
Menurut laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit (audited) dan disampaikan kepada publik pada 1 Maret 2024, PGE pada 2023 mencatatkan laba bersih sebesar USD163,57 juta, meningkat signifikan sebesar 28,47% dari tahun 2022 sebesar USD127,32 juta. Sementara itu, pendapatan pada tahun 2023 mencapai USD406,29 juta, naik dari USD386,07 juta pada tahun sebelumnya.
Penjualan mengalami peningkatan dengan kontribusi utama berasal dari area Kamojang sebesar USD151,51 juta, diikuti secara berurutan oleh Ulubelu sebesar USD120,18 juta, area Lahendong sebesar USD83,88 juta, area Lumut Balai USD41,32 juta, dan area Karaha dengan USD 9,38 juta.
Baca Juga: Laba PGE Naik 19,7%, Tembus Rp2 Triliun di Kuartal III 2023
Baca Juga: PGE Gandeng Chevron dan Mubadala Garap Proyek Panas Bumi di Sulawesi Utara
Menurut laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit (audited) dan disampaikan kepada publik pada 1 Maret 2024, PGE pada 2023 mencatatkan laba bersih sebesar USD163,57 juta, meningkat signifikan sebesar 28,47% dari tahun 2022 sebesar USD127,32 juta. Sementara itu, pendapatan pada tahun 2023 mencapai USD406,29 juta, naik dari USD386,07 juta pada tahun sebelumnya.
Penjualan mengalami peningkatan dengan kontribusi utama berasal dari area Kamojang sebesar USD151,51 juta, diikuti secara berurutan oleh Ulubelu sebesar USD120,18 juta, area Lahendong sebesar USD83,88 juta, area Lumut Balai USD41,32 juta, dan area Karaha dengan USD 9,38 juta.
Baca Juga: Laba PGE Naik 19,7%, Tembus Rp2 Triliun di Kuartal III 2023
Lihat Juga :