alexametrics

Enggar Minta Generasi Muda Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

loading...
Enggar Minta Generasi Muda Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta generasi muda khususnya para mahasiswa bersiap menghadapi revolusi industri 4.0. "Perubahan menuju revolusi industri 4.0 begitu cepat, sehingga kalau tidak menyesuaikan dengan perkembangan, kita akan tertinggal," ujar Enggar saat memberi kuliah umum pada mahasiwa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (15/9/2018).

Enggar menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan optimalisasi dari teknologi yang ada ke tingkat selanjutnya dengan lebih cepat, luas dan sangat signifikan. Revolusi industri 4.0 membawa perubahan besar karena kecepatan dan cakupannya serta dampaknya pada berbagai sistem.

"Dalam dan luasnya perubahan yang terjadi telah mendorong kebutuhan untuk mentransformasikan seluruh sIstem produksi, manajemen dan pemerintahan di hampir semua negara," terangnya.

Menurut Mendag, dalam bidang perdagangan, Indonesia menghadapi tantangan eksternal yang sangat besar. Yang pertama terkait meningkatnya sentimen proteksionis di berbagai negara. Selajutnya adalah peningkatan penggunaan teknologi dan beragam aplikasi internet dalam memasuki revolusi industri 4.0.



"Di era revolusi industri 4.0, yang cepat meninggalkan yang lambat. Untuk itu, pemerintah berpacu membangun berbagai potensi nasional seperti pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, transportasi, pariwisata, industri kreatif dan UMKM," terangnya.

Enggar juga menyampaikan, untuk menunjang daya saing generasi muda, ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya generasi muda harus membekali diri dengan berbagai ilmu dan mengamalkannya, berpikir positif, visioner dan bekerja keras.

"Sebagai generasi milenial, harus dapat memanfaatkan revolusi Industri untuk berinovasi dan mengembangkan semangat kewirausahaan serta menguasai pasar dunia,"pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak