Mantan Bos CIMB Niaga Luncurkan Buku Ketiga, Ini Pelajaran Menarik di Dalamnya
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 19:55 WIB
loading...
Bankir dan pengusaha Arwin Rasyid. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid meluncurkan buku terbarunya, "Digital Banking revolution" hari ini di Jakarta. Buku ini merupakan buku ketiga setelah buku pertama dan keduanya yang berjudul "Danamon 180 Derajat" dan "Telkom 3010" yang ditulisnya beberapa tahun silam.
Dalam peluncuran yang dilakukan secara virtual tersebut, mantan CEO Telkom ini mengatakan ada fenomena menarik yang dibahas dalam buku ketiganya ini. Sesuai judulnya, Arwin mengupas perkembangan pesat digital banking di era teknologi finansial ( fintech ) saat ini.
"Mengapa dompet digital seperti Gopay, OVO dan DANA menjadi yang terbesar? Padahal dompet digital yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia, adalah rekening ponsel mirip Bank CIMB Niaga," kata Arwin di acara Virtual Book Launch di Jakarta, Jumat (14/8/2020).
(Baca Juga: New Normal, Perbankan Dituntut Persiapkan Layanan Digital dengan Baik)
Mantan bankir dan pengusaha yang telah malang-melintang di dunia perbankan nasional ini mengatakan, ada lima pelajaran di buku ini agar bank bisa menjadi pemenang pertama di era digital.
Pertama, papar Arwin, perbankan harus siap menghadapi era dimana kemajuan akan berkembang semakin pesat. Kedua, lanjut dia, tranformasi digital adalah sumber keniscayaan dan sumber perjalanan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
Selanjutnya, power bisnis berbasis konten yang tak bergantung pada ukuran aset. Keempat, membangun paradigma baru seperti new bank dan fintech. Kelima, antisipasi tren new bank raksasa ke depan yang bisa didirikan dari platform media sosial maupun e-commerce. "Semoga buku ini menjadi diskusi yang menarik dan bermanfaat bagi kita semua," tuturnya pada kesempatan tersebut.
Dalam peluncuran yang dilakukan secara virtual tersebut, mantan CEO Telkom ini mengatakan ada fenomena menarik yang dibahas dalam buku ketiganya ini. Sesuai judulnya, Arwin mengupas perkembangan pesat digital banking di era teknologi finansial ( fintech ) saat ini.
"Mengapa dompet digital seperti Gopay, OVO dan DANA menjadi yang terbesar? Padahal dompet digital yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia, adalah rekening ponsel mirip Bank CIMB Niaga," kata Arwin di acara Virtual Book Launch di Jakarta, Jumat (14/8/2020).
(Baca Juga: New Normal, Perbankan Dituntut Persiapkan Layanan Digital dengan Baik)
Mantan bankir dan pengusaha yang telah malang-melintang di dunia perbankan nasional ini mengatakan, ada lima pelajaran di buku ini agar bank bisa menjadi pemenang pertama di era digital.
Pertama, papar Arwin, perbankan harus siap menghadapi era dimana kemajuan akan berkembang semakin pesat. Kedua, lanjut dia, tranformasi digital adalah sumber keniscayaan dan sumber perjalanan yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
Selanjutnya, power bisnis berbasis konten yang tak bergantung pada ukuran aset. Keempat, membangun paradigma baru seperti new bank dan fintech. Kelima, antisipasi tren new bank raksasa ke depan yang bisa didirikan dari platform media sosial maupun e-commerce. "Semoga buku ini menjadi diskusi yang menarik dan bermanfaat bagi kita semua," tuturnya pada kesempatan tersebut.
Lihat Juga :