Bisnis The Body Shop Kolaps di Inggris, 2.000 Karyawan Terancam PHK
Kamis, 14 Maret 2024 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Body Shop Bangkrut di Kanada dan AS, Begini Nasibnya di Indonesia
Pengawasan administrasi, menjadi suatu bentuk perlindungan terhadap kreditor, yang berpotensi menyebabkan penjualan lini bisnis, penutupan beberapa atau semua toko dan redudansi (artinya mengacu pada proses pemberhentian karyawan dari pekerjaan mereka sebelumnya akibat adanya alasan bisnis yang berbeda/alasan yang paling sering adalah kondisi ekonomi yang buruk).
Perusahaan induk yang beroperasi di Inggris telah menjual bisnisnya di sebagian besar Eropa dan beberapa bagian lainnya di Asia.
Namun Natura & Co masih berjuang dengan profitabilitas, hingga pada gilirannya menjualnya pada November tahun lalu, kepada investor swasta Aurelius Group dalam kesepakatan senilai 207 juta pounds.
"The Body Shop telah menghadapi tantangan keuangan yang panjang di bawah pemilik sebelumnya, bertepatan dengan lingkungan perdagangan yang sulit untuk sektor ritel yang lebih luas," kata FRP.
Pengawasan administrasi, menjadi suatu bentuk perlindungan terhadap kreditor, yang berpotensi menyebabkan penjualan lini bisnis, penutupan beberapa atau semua toko dan redudansi (artinya mengacu pada proses pemberhentian karyawan dari pekerjaan mereka sebelumnya akibat adanya alasan bisnis yang berbeda/alasan yang paling sering adalah kondisi ekonomi yang buruk).
Perusahaan induk yang beroperasi di Inggris telah menjual bisnisnya di sebagian besar Eropa dan beberapa bagian lainnya di Asia.
Pemilik Berubah
The Body Shop dibeli oleh L'Oreal pada tahun 2006, sebelum berpindah tangan lagi pada tahun 2017 ketika raksasa kosmetik Prancis menjualnya ke pembuat kosmetik Brasil Natura & Co seharga 1 miliar euro.Namun Natura & Co masih berjuang dengan profitabilitas, hingga pada gilirannya menjualnya pada November tahun lalu, kepada investor swasta Aurelius Group dalam kesepakatan senilai 207 juta pounds.
"The Body Shop telah menghadapi tantangan keuangan yang panjang di bawah pemilik sebelumnya, bertepatan dengan lingkungan perdagangan yang sulit untuk sektor ritel yang lebih luas," kata FRP.
Lihat Juga :