Peran Batu Bara Belum Tergantikan, Indonesia Perlu Dorong Clean Coal Process
Kamis, 14 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
Seminar bertajuk: Energy for Prosperity: The Economic Growth Impacts of Coal Mining yang digelar E2S di Jakarta, Kamis (14/3/2024). FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dengan cadangan mencapai 35 miliar ton dan sumber daya hingga 134 miliar ton, batu bara merupakan kekayaan energi yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi dan kesejahteraan Indonesia. Seiring dengan itu perlu juga disiapkan proses pengolahan yang lebih baik sehingga emisi yang dihasilkan dapat ditekan atau bahkan ditiadakan.
Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan, dengan cadangan dan sumber daya yang dimiliki, batu bara Indonesia bisa digunakan sebagai sumber energi hingga 500 tahun ke depan jika digunakan hanya untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara, jika sebagian diekspor dengan volume seperti saat ini, batu bara masih bisa diandalkan hingga 200 tahun mendatang.
Namun, diakui bahwa di tengah gencarnya transisi menuju energi bersih dan terbarukan, batu bara yang merupakan sumber energi paling murah saat ini kerap dipandang negatif. Padahal, kata Rachmat, perkembangan teknologi bisa memberikan solusi untuk menekan emisi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara.
Baca Juga: Permintaan Batu Bara Dunia Diprediksi Lampaui 8,5 Miliar Ton Tahun Ini
"Artinya kita harus mencari cara clean coal process, sambil tetap mengembangkan EBT. Kalau clean coal process dilakukan dan emisi bisa ditekan bahkan ditiadakan, maka tidak ada masalah kan?" paparnya dalam seminar bertajuk: "Energy for Prosperity: The Economic Growth Impacts of Coal Mining" di Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Ketua Umum Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau mengatakan, dengan cadangan dan sumber daya yang dimiliki, batu bara Indonesia bisa digunakan sebagai sumber energi hingga 500 tahun ke depan jika digunakan hanya untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara, jika sebagian diekspor dengan volume seperti saat ini, batu bara masih bisa diandalkan hingga 200 tahun mendatang.
Namun, diakui bahwa di tengah gencarnya transisi menuju energi bersih dan terbarukan, batu bara yang merupakan sumber energi paling murah saat ini kerap dipandang negatif. Padahal, kata Rachmat, perkembangan teknologi bisa memberikan solusi untuk menekan emisi yang dihasilkan dari pembakaran batu bara.
Baca Juga: Permintaan Batu Bara Dunia Diprediksi Lampaui 8,5 Miliar Ton Tahun Ini
"Artinya kita harus mencari cara clean coal process, sambil tetap mengembangkan EBT. Kalau clean coal process dilakukan dan emisi bisa ditekan bahkan ditiadakan, maka tidak ada masalah kan?" paparnya dalam seminar bertajuk: "Energy for Prosperity: The Economic Growth Impacts of Coal Mining" di Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Lihat Juga :