Stok Beras Ada Banyak di Rumah Warga, Dirut Bulog: Jumlahnya Besar
Senin, 18 Maret 2024 - 20:38 WIB
loading...
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mencatat, 50% pasokan beras nasional ditengarai ada di rumah tangga, salah satunya dalam rumah petani. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mencatat, 50% pasokan beras nasional ditengarai ada di rumah tangga, salah satunya dalam rumah petani. Jumlah itu paling besar dari stok beras yang diamankan pemerintah.
Menurutnya, rata-rata satu rumah tangga menyimpan 1-5 kilogram (Kg) beras. Sehingga, jika ditotalkan beras yang ada di rumah warga bisa mencapai 50% dari stok nasional. Baca Juga: Stok Beras Bulog Turun, Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran 2024 Aman?
“Kalau kita bicara stok, sebenarnya kita harus melihat sedikit mendalam. Stok ini ada di beberapa pihak, yang pertama dan paling besar itu justru di rumah tangga, kalau cek di masing-masing rumah, kita pasti ada stok,” ujar Dirut Bulog , Bayu saat konferensi pers, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).
“Di masing-masing rumah itu paling sedikit istilahnya, itu 1 kilo, 2 kilo, 5 kilo gitu. Tapi itu dijumlahkan di seluruh Indonesia, maka jumlahnya sangat besar. Bahkan, sebenarnya stok di Indonesia itu hampir ditengarai, 50 persen lebih stok beras itu ada di rumah tangga, termasuk rumah tangga tani,” paparnya.
Baca Juga: Soal Harga Beras, Jokowi: Jangan Terus Ditanyakan ke Saya, Cek ke Lapangan Sendiri
Kendati belum mengantongi data statistik ihwal jumlah beras di rumah warga, Bayu mengatakan, hal ini telah dikonfirmasi oleh beberapa peneliti dan pelaku usaha. Bahkan para petani harus menyimpan pasokan beras dan gabah ketika harga beras atau gabah melonjak naik sejak akhir 2023.
Bayu mengatakan, aksi petani ini karena mereka membayangkan bahwa berasnya dijual, maka mereka harus membeli lagi beras dengan harga yang mahal.
Menurutnya, rata-rata satu rumah tangga menyimpan 1-5 kilogram (Kg) beras. Sehingga, jika ditotalkan beras yang ada di rumah warga bisa mencapai 50% dari stok nasional. Baca Juga: Stok Beras Bulog Turun, Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran 2024 Aman?
“Kalau kita bicara stok, sebenarnya kita harus melihat sedikit mendalam. Stok ini ada di beberapa pihak, yang pertama dan paling besar itu justru di rumah tangga, kalau cek di masing-masing rumah, kita pasti ada stok,” ujar Dirut Bulog , Bayu saat konferensi pers, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).
“Di masing-masing rumah itu paling sedikit istilahnya, itu 1 kilo, 2 kilo, 5 kilo gitu. Tapi itu dijumlahkan di seluruh Indonesia, maka jumlahnya sangat besar. Bahkan, sebenarnya stok di Indonesia itu hampir ditengarai, 50 persen lebih stok beras itu ada di rumah tangga, termasuk rumah tangga tani,” paparnya.
Baca Juga: Soal Harga Beras, Jokowi: Jangan Terus Ditanyakan ke Saya, Cek ke Lapangan Sendiri
Kendati belum mengantongi data statistik ihwal jumlah beras di rumah warga, Bayu mengatakan, hal ini telah dikonfirmasi oleh beberapa peneliti dan pelaku usaha. Bahkan para petani harus menyimpan pasokan beras dan gabah ketika harga beras atau gabah melonjak naik sejak akhir 2023.
Bayu mengatakan, aksi petani ini karena mereka membayangkan bahwa berasnya dijual, maka mereka harus membeli lagi beras dengan harga yang mahal.
Lihat Juga :