Otorita IKN dan KAMAJAYA Dukung Perlindungan Pekerja Wanita di HPK
Rabu, 20 Maret 2024 - 22:38 WIB
loading...
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama KAMAJAYA (Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta) mengadakan penyuluhan dan sosialisasi di HPK, pada Rabu (20/03/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sebagai bentuk upaya pencegahan dan perlindungan terhadap pekerja wanita di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama KAMAJAYA (Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta) mengadakan penyuluhan dan sosialisasi di HPK, pada Rabu (20/03/2024).
Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Manajemen Kawasan Perkotaan Otorita IKN yang juga Ketua Umum KAMAJAYA, Desiderius Viby Indrayana menjelaskan, persoalan pelecehan seksual atau bahkan kekerasan seksual di Indonesia sudah ada payung hukumnya.
"Kita harus paham bahwa penghuni HPK sekarang sudah semakin masif. Jumlah penghuni sudah di atas 10.000, mendekati 12.000, dan mayoritas memang penghuninya laki-laki, sedangkan kaum perempuan menjadi minoritas. Ini menjadi sangat rentan, sehingga penyuluhan dan sosialisasi ini menjadi upaya kami dalam mengantisipasi kejadian pelecehan seksual terhadap pekerja konstruksi di HPK, khususnya para pekerja wanita," kata Viby dalam acara bertajuk "Penyuluhan dan Sosialisasi Antisipasi Kekerasan Seksual terhadap Pekerja Wanita di HPK".
Baca Juga: Siap-siap, 200.000 CPNS Muda Bakal Ditempatkan di IKN
Turut hadir menjadi narasumber adalah Staf Khusus Bidang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Diani Sadiawati; Staf Khusus Bidang Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro; serta Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito. Kegiatan yang dihadiri oleh hampir seluruh pekerja wanita yang menempati HPK ini diikuti dengan antusias.
Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Manajemen Kawasan Perkotaan Otorita IKN yang juga Ketua Umum KAMAJAYA, Desiderius Viby Indrayana menjelaskan, persoalan pelecehan seksual atau bahkan kekerasan seksual di Indonesia sudah ada payung hukumnya.
"Kita harus paham bahwa penghuni HPK sekarang sudah semakin masif. Jumlah penghuni sudah di atas 10.000, mendekati 12.000, dan mayoritas memang penghuninya laki-laki, sedangkan kaum perempuan menjadi minoritas. Ini menjadi sangat rentan, sehingga penyuluhan dan sosialisasi ini menjadi upaya kami dalam mengantisipasi kejadian pelecehan seksual terhadap pekerja konstruksi di HPK, khususnya para pekerja wanita," kata Viby dalam acara bertajuk "Penyuluhan dan Sosialisasi Antisipasi Kekerasan Seksual terhadap Pekerja Wanita di HPK".
Baca Juga: Siap-siap, 200.000 CPNS Muda Bakal Ditempatkan di IKN
Turut hadir menjadi narasumber adalah Staf Khusus Bidang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Diani Sadiawati; Staf Khusus Bidang Keselamatan Publik, Edgar Diponegoro; serta Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito. Kegiatan yang dihadiri oleh hampir seluruh pekerja wanita yang menempati HPK ini diikuti dengan antusias.
Lihat Juga :