alexametrics

Aturan Pemanfaatan Listrik Rooftop Siap Dirilis ESDM Pekan Ini

loading...
Aturan Pemanfaatan Listrik Rooftop Siap Dirilis ESDM Pekan Ini
Kementerian ESDM pekan ini akan segera merilis aturan mengenai pemanfaatan listrik atap (rooftop) atau solar photovoltaic system (panel surya). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pekan ini akan segera merilis aturan mengenai pemanfaatan listrik atap (rooftop) atau solar photovoltaic system (panel surya). Aturan tersebut nantinya akan mengatur mengenai pemanfaatan panel surya di Tanah Air, baik untuk rumah tangga, industri, maupun pemerintahan.

Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, target pemasangan solar PV dalam dua tahun kedepan adalah sekitar 1,8 gigawatt (GW) hingga 2 GW. Saat ini, beleid tersebut masih dalam proses pengesahan.

"Solar PV. Tadi satu untuk atap targetnya 1,8-2GW lah. Kalau kita kan semuanya sudah dipasang termasuk di parkiran, dan di semua gedung ESDM. Dengan dikeluarkan Permen ini dalam waktu dekat, diharapkan berapa solar PV yang akan dipasang. Perkiraan kita 1,8-2 GW dalam waktu dua tahun," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurutnya, semua jenis pelanggan bisa melakukan pemasangan solar PV. Namun, maksimum pemasangan tidak melebihi 100% dari listrik yang diinstal. "Misalkan kita langganan ke PLN 1.300 VA, ya itu nggak boleh lebih dari 1.300. Minimumnya 0. Di rumah saya misalkan, 4.400 VA, ya maksimum 4.400. Jadi sesuai langganannya. Tapi tolong diingat, atapnya terbatas. Pasti nggak akan lebih dari 100," imbuh dia.

Rida menyebutkan, kocek yang harus dikeluarkan untuk pemasangan solar PV adalah sekitar Rp1,8 juta per watt. Pemerintah pun nantinya akan menginformasikan mengenai siapa saja yang bisa melayani jasa pemasangan solar PV.

"Untuk 15 kilowatt, kasarnya kemarin Rp275 juta. Tapi kan rumah kamu nggak sampai 15kW. Rp275 juta dibagi 15, jadi Rp1,8 juta per watt nya. Nanti PLN atau diwebsite kita siapa saja yang bisa memasang atau melayani jasa pemasangan. Ada yang tukang masang dan tukang inspeksi juga. Karena ini kan menyangkut penyelamatan," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak