Camkan!, Pidato Kenegaraan Jokowi Itu Kompas Bagi Bangsa Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:10 WIB
loading...
A A A
"Jika Pidato Nota Keuangan 2021 Presiden dan Pidato Kenegaraan kemarin dilihat secara jernih, angka-angka itu punya nyawa dan bermakna. Yah, Pidato Kenegaraan Pak Presiden itu ibarat kompas penunjuk arah dan nota keuangan itu bahteranya," ujar Pras kepada iNews.id, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Dia menjelaskan, kekuatan dari isi pidato itu ketika Presiden Jokowi menyebut, masyarakat dan pemerintah perlu membajak momentum untuk bertransformasi, bikin terobosan, dan melakukan lompatan besar. Pernyataan itu tidak bermakna otopis.

Pras menyebut, di balik wabah, Indonesia mendapat hikmah dan berkah. Di mana cara berpikir yang linier, rutin, dan amat biasa tak lagi relevan. Justru adanya daya adaptasi dan kelenturan menanggapi perubahan yang cepat menjadi penentu. Bahkan lanjut Pras, meski sempat kewalahan akibat krisis, tapi pihaknya terlatih belajar dengan kondisi tersebut.

(Baca Juga: Baca Selengkapnya, Teks Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2021 Presiden Jokowi )

APBN 2020 kata dia, menjadi sedemikian dinamis sekaligus fenomenal. Di tengah hantaman krisis karena Covid-19 yang menghentikan laju pertumbuhan ekonomi, pemerintah justru bisa merancang ulang desain kebijakan fiskal yang lebih berkualitas, fokus, dan punya prioritas.

"Ketika pasar lumpuh dan rakyat mulai terhimpit, tuntutan akan kehadiran negara sangat kuat. Kita nggak pernah bayangkan kalau kita mampu mengalokasikan belanja perlindungan sosial, kesehatan, insentif untuk UMKM, dan stimulus yang sedemikian besar sampai mencapai Rp 695,2 triliun. Defisit dibuat agak lebar sehingga kita punya ruang fiskal yang cukup untuk ekspansi. Pajak juga jadi stimulus dan alat negara untuk membantu warga, maka pembiayaan dengan utang menjadi pilihan paling mungkin," ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Pasar Modal Dapat Sentimen...
Pasar Modal Dapat Sentimen Positif, BRI Siap Melaju dengan Fundamental Kuat
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved