Mantan Mentan Bungaran Saragih Sebut Indonesia Perlu Menko Pangan dan Agribisnis
Rabu, 03 April 2024 - 09:29 WIB
loading...
Menteri Pertanian Periode 2000-2004, Bungaran Saragih mengusulkan kepada pemerintahan yang akan datang untuk membentuk Menko Pangan dan Agribisnis dalam mengelola sektor pertanian. Foto/Dok PASPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Periode 2000-2004, Bungaran Saragih mengusulkan kepada pemerintahan yang akan datang untuk membentuk Menko Pangan dan Agribisnis dalam mengelola sektor pertanian masa depan yang jauh lebih maju dan memiliki sistem keberlanjutan.
Menurut Bungaran, Menko Pangan dan Agribisnis sangat penting mengingat PDB dari sektor tersebut bisa menyentuh angka 48% dari total PDB nasional. Rinciannya, kata Bungaran bisa didapat dari PDB pertanian sekitar 14% dan PDB hulu hilirnya sekitar 34%.
"Sudah masanya kita mempunyai Menko Pangan dan Agribisnis, dimana pengelola pangan mulai dari hulu ke hilir ada disitu. Kalau seperti sekarang ini yang hanya cukup di Menko Perekonomian tidak akan cukup karena menko perekonomian juga mempunya tugas yang besar baik soal fiskal, pertambangan, investasi, pariwisata dan lainnya," katanya.
Baca Juga: Sukseskan Presidensi G20, Ini Bukti Dukungan dari Sektor Pangan dan Agribisnis RI
Di sisi lain, Bungaran mengaku khawatir jika pertanian tidak dikelola seperti itu maka ke depan siapapun yang mengisi pos tersebut akan merasa kewalahan dan sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan pihak lain sebagai biang kerok dari rangkaian kegagalan.
Menurut Bungaran, Menko Pangan dan Agribisnis sangat penting mengingat PDB dari sektor tersebut bisa menyentuh angka 48% dari total PDB nasional. Rinciannya, kata Bungaran bisa didapat dari PDB pertanian sekitar 14% dan PDB hulu hilirnya sekitar 34%.
"Sudah masanya kita mempunyai Menko Pangan dan Agribisnis, dimana pengelola pangan mulai dari hulu ke hilir ada disitu. Kalau seperti sekarang ini yang hanya cukup di Menko Perekonomian tidak akan cukup karena menko perekonomian juga mempunya tugas yang besar baik soal fiskal, pertambangan, investasi, pariwisata dan lainnya," katanya.
Baca Juga: Sukseskan Presidensi G20, Ini Bukti Dukungan dari Sektor Pangan dan Agribisnis RI
Di sisi lain, Bungaran mengaku khawatir jika pertanian tidak dikelola seperti itu maka ke depan siapapun yang mengisi pos tersebut akan merasa kewalahan dan sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan pihak lain sebagai biang kerok dari rangkaian kegagalan.
Lihat Juga :