Yummy, I-Fit Sereal Ikan Juarai Kompetisi I-PLAN Business Innovation Challenge

Minggu, 16 Agustus 2020 - 21:12 WIB
loading...
Yummy, I-Fit Sereal...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), organisasi internasional berbasis di Swiss yang bertujuan untuk membantu mengurangi masalah malnutrisi, bersama Innovation Factory, pusat teknologi dan inovasi yang merupakan wadah untuk berbagai inisiatif inovasi di Indonesia, mengumumkan I-Fit Sereal Ikan sebagai juara I-PLAN Business Innovation Challenge dan berhak untuk memperoleh hadiah sebesar Rp100 juta.

Keputusan itu diambil setelah melalui penilaian pada final demo day yang merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan kompetisi yang telah berlangsung sejak Oktober 2019.

“Kami mengucapkan selamat kepada para grand finalis dan pemenang. Kami berharap ini menjadi awalan yang baik untuk semakin terciptanya inovasi-inovasi makanan sehat dan bergizi yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia,” ujar Country Director, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia, Ravi K Menon, melalui keterangan tertulis, Minggu (16/8/2020). (Baca juga: Demi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah Lakukan Ini )

Sebagai informasi, kompetisi ini bertujuan untuk mencari dan mendapatkan inovasi produk makanan lokal bergizi tinggi berbahan dasar ikan yang dapat membantu menurunkan resiko anemia dan stunting, serta memperkuat ketersediaan pangan di Indonesia.

Menurut Ravi, ajang kompetisi ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari startup, institusi, organisasi, asosiasi dan UMKM. Setelah melalui roadshow di empat kotak yakni Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya, total sebanyak 277 proposal diterima dan diseleksi secara ketat, sehingga diperoleh 10 finalis untuk tampil dalam final pitching day, lalu disaring lagi menjadi lima finalis utama untuk mengikuti final demo day.

Kelima finalis utama tersebut adalah Agus Heri Santoso dengan produk Biskuit Ikan Gabus Striata, Imelda Delfina Sibarani dengan produk I-Fit Sereal Ikan, David Giamatri Gunawan dengan produk Uni Urchin, Kikis Rochana Handayani dengan produk Hokky Mie, dan Noer Laily dengan produk Purulla.

Ravi menjelaskan, selama persiapan menuju final demo day, kelima finalis telah mengikuti program pelatihan secara eksklusif dari GAIN, Ultra Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang dibagi menjadi dua tahap, yaitu pelatihan (bootcamp) dan pendampingan. (Baca juga: Terungkap! Alokasi Buat Bayar BPJS Kesehatan Tahun Depan Capai Rp48,8 Triliun )

“Pada tahap bootcamp para finalis diajarkan untuk mempersiapkan produk dan usaha sehingga dapat melakukan penetrasi pasar dengan mengembangkan teknik produksi, distribusi, dan pemasaran,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut dia, kelima finalis utama mengikuti program pendampingan, dimana mereka mendapatkan kesempatan untuk mematangkan model bisnis dan strategi pemasaran mereka. Selain itu, mereka juga mendapatkan dana pengembangan senilai total Rp1 Miliar dan pendistribusian produk pada gerai-gerai ternama di Indonesia.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga seluruh rangkaian kegiatan I-PLAN Business Innovation Challenge dapat terselenggara dengan baik,” tuturnya.

Dia menambahkan, kompetisi tingkat nasional yang telah digelar dua kali itu turut diinisiasi oleh Kemenkes, KKP, serta Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia.

Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Dhian Proboyekti menilai bahwa status gizi masyarakat mengalami perbaikan namun masih di atas ambang batas masalah kesehatan sehingga ini tetap jadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Dia menyebut penyebab masalah gizi multifaktorial dan penanganannya tentu perlu keikutsertaan semua sektor. Pada tingkat masyarakat terkait konsumsi makanan sebagai penyebab langsung, ungkapnya, masih banyak yang belum memahami mengenai pentingnya gizi yang terkandung di dalam makanan, serta pilihan makanan siap saji atau siap masak yang mengandung gizi baik masih relatif terbatas didapatkan atau relatif mahal.

“Melalui I-PLAN Business Innovation Challenge, kami dapat menghadirkan inovasi produk makanan olahan dari kekayaan sumber laut Indonesia yang bergizi, lezat, dengan harga terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” tukasnya.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 267 juta jiwa atau terbesar keempat di dunia, Indonesia telah berhasil melakukan pembangunan di berbagai sektor. Namun, negeri ini masih menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah dalam bidang gizi.

Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar Kemenkes 2018, 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Riset juga menjelaskan bahwa 48,9% ibu hamil di Indonesia menderita anemia, tertinggi di dunia.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu KKP Trisna Ningsih mengatakan, sebagai negara maritim, Indonesia diberkahi dengan tersedianya berbagai sumber daya yang dapat menjadi bahan dasar produk makanan. (Baca juga: 5 Sumber Gula dalam Makanan yang Tak Disadari Bikin Bobot Naik )

“Kami yakin I-PLAN Business Innovation Challenge akan semakin mendorong inovator makanan untuk menciptakan berbagai macam produk makanan bergizi, khususnya makanan berbahan dasar produk perairan diperlukan diversifikasi produk olahan pangan terutama dari ikan, baik air laut, maupun air tawar. Hal ini tentu akan memberikan kontribusi positif pada upaya negara untuk meningkatkan status gizi masyarakat serta dapat memperkuat ketersediaan pangan,” paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Ekspor Produk Inovatif,...
Ekspor Produk Inovatif, FiberCreme Raih Penghargaan Primaniyarta 2025
Ini Strategi Bapanas...
Ini Strategi Bapanas Tekan Harga Cabai yang Tengah Meroket
Mentan Amran Sebut Harga...
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Berangsur Turun
Harga Pangan Seminggu...
Harga Pangan Seminggu Ini Kompak Naik, Ini Daftarnya
Perkuat Inovasi Nutrisi...
Perkuat Inovasi Nutrisi Berbasis Sains dengan Rilis 40 Publikasi Ilmiah untuk Indonesia Lebih Sehat
2 Desa di Sulsel Ditetapkan...
2 Desa di Sulsel Ditetapkan Jadi Wilayah Berbasis Ekonomi Perikanan
Kasus Toko Mama Banjar,...
Kasus Toko Mama Banjar, Wakil Ketua Komisi VII: Negara Harusnya Membina UMKM
Rekomendasi
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Berita Terkini
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Infografis
Oarfish, Ikan Kiamat...
Oarfish, Ikan Kiamat yang Dikaitkan dengan Bencana Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved