Bos JPMorgan Memperingatkan Suku Bunga AS Bisa Naik hingga 8%

Selasa, 09 April 2024 - 22:55 WIB
loading...
Bos JPMorgan Memperingatkan...
Kepala JPMorgan Chase, Jamie Dimon mengatakan, pihak bank telah bersiap menghadapi lonjakan suku bunga AS karena tekanan inflasi yang terus-menerus. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Bos salah satu bank terbesar di dunia memperingatkan suku bunga AS (Amerika Serikat) atau Fed rate bisa naik menjadi 8%. Kepala JPMorgan Chase, Jamie Dimon mengatakan, pihak bank telah bersiap menghadapi lonjakan suku bunga karena "tekanan inflasi yang terus-menerus".

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah sibuk menaikkan suku bunga dalam upaya untuk meredam kenaikan harga. Tetapi dengan inflasi AS yang berangsur-angsur mereda, mencuatkan harapan besar bahwa Federal Reserve bakal memangkas suku bunga tahun ini.

Baca Juga: Sah! The Fed Tahan Suku Bunga di Level 5,25% - 5,5%, Sinyal Penurunan Masih Terlihat

Pasar memprediksi, bakal terjadi dua kali penurunan suku bunga seperempat poin pada tahun 2024. Dalam surat tahunan kepada pemegang saham, Dimon mengatakan, bahwa bank bersiap menghadapi suku bunga di kisaran 2% hingga 8% atau bahkan lebih tinggi.

Hal itu diterangkan olehnya, lantaran didorong oleh pengeluaran pemerintah yang tinggi dan kebutuhan meredam kenaikan harga. Pernyataan Dimon disampaikan saat suku bunga AS saat ini berada di kisaran 5,25% hingga 5,5%. Suku bunga AS itu lebih tinggi selama lebih dari 20 tahun terakhir.

Baca Juga: Bos BI Prediksi The Fed Pangkas Suku Bunga di Semester II-2024

Dengan membuat pinjaman lebih mahal, suku bunga yang lebih tinggi bakal mendongkrak tabungan dan mengurangi pinjaman untuk pembelian rumah dan investasi bisnis, mendinginkan ekonomi dan mengurangi tekanan yang mendorong kenaikan harga.

Dimon telah lama memperingatkan bahwa investor mungkin terlalu percaya diri dalam taruhan mereka bahwa suku bunga akan dengan cepat jatuh kembali ke tingkat yang lebih rendah. Tahun lalu dia memprediksi suku bunga bisa mencapai 7%.

"Semua faktor berikut ini akan mengikuti seperti inflasi: pengeluaran fiskal yang sedang berlangsung, remiliterisasi dunia, restrukturisasi perdagangan global, kebutuhan modal ekonomi hijau baru, dan kemungkinan biaya energi yang lebih tinggi," tulis Dimon.

Federal Reserve AS akan membuat keputusan berikutnya tentang ke mana arah suku bunga akan bergerak pada akhir bulan.

Harapannya adalah bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dengan pemotongan pertama berpotensi datang pada bulan Juni. Bank Sentral Eropa juga diperkirakan akan melakukan pemotongan pertamanya pada bulan Juni.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish
Satu Dekade Terakhir,...
Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS
Sektor Perbankan dan...
Sektor Perbankan dan Keuangan UEA Digoyang Perang AS-Iran, Begini Kondisinya
Uni Eropa Bekukan Aset...
Uni Eropa Bekukan Aset Bank Sentral Rusia Tanpa Batas Waktu
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Rekomendasi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Berita Terkini
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved