alexametrics

Properti Kelas Menengah Dinilai Tak Kena Dampak Suku Bunga Tinggi

loading...
Properti Kelas Menengah Dinilai Tak Kena Dampak Suku Bunga Tinggi
Properti kelas menengah diyakini tak terdampak suku bunga tinggi pada tahun depan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Penjualan properti kelas menengah dinilai tidak kena dampak era suku bunga tinggi pada tahun depan. Masih adanya pangsa pasar menjadi alasan pengembang membidik segmen ini.

Presiden Direktur PT Cowell Development Tbk (COWL) Darwin Fernandes Manurung mengatakan, sebelumnya Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps).

"Strategi hadapi suku bunga meningkat, tapi belum pengaruhi kenaikan suku bunga KPA (kredit pemilikan apartemen) dan KPR (kredit pemilikan rumah). Dalam waktu dekat dengan kondisi sekarang, tidak ada perubahan signifikan, tidak ada dampak yang besar," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Menurut Darwin, pengembang yang membangun properti segmen menengah juga tidak kena dampak pada krisis 2008 karena membebani kenaikan suku bunga ke konsumen.

"Kita bisa antisipasi seperti 2008 ketika suku bunga naik dengan inhouse payment yakni cicilan dalam developer sendiri, tidak ke bank dan institusi finansial. Tergantung income si user yang didapatkan selama 5-6 tahun," katanya.

Sementara, Darwin menjelaskan, perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp205 miliar hingga kuartal III/2018. Namun, optimistis bisa berbalik untung pada akhir tahun.

"Kerugian perusahaan naik tahun ini secara kondisi ekonomi global mengalami penurunan, termasuk properti. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa untung karena pengembangan dan penyelesaian seluruh proyek kita sudah pada tahap akhir sebagai penjualan," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak