Kemenko Perekonomian Gelar Rakor Bahas Imbas Konflik Timur Tengah
Selasa, 16 April 2024 - 12:34 WIB
loading...
A
A
A
Eskalasi konflik geopolitik tersebut juga membuat indeks dolar AS meningkat, yang menyebabkan melemahnya indikator finansial sejumlah negara, terutama emerging market. Mayoritas nilai tukar di Kawasan Asia Pasifik pada Senin (15/4) bergerak melemah terhadap dolar AS, seperti baht Thailand dan won Korea yang terdepresiasi sebesar 0,24% (dtd), dan ringgit Malaysia sebesar 0,24% (dtd).
Untuk Indonesia, berdasarkan data pasar spot luar negeri (Trading Economics), nilai tukar rupiah berada di level Rp16.060 atau mengalami apresiasi 0,31% (dtd), lebih baik dibandingkan negara- negara lain seperti Korea, Filipina, dan Jepang.
Mayoritas bursa di Asia Pasifik juga bergerak di zona merah. Pada penutupan pasar (15/4) indeks FKLCI Malaysia melemah 0,55% (dtd), diikuti Kospi sebesar 0,42% (dtd). Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan pasar setelah libur Lebaran jatuh 2,14% ke 7.130,62.
Baca Juga: Rakyat Yordania Marah: Raja Abdullah Lindungi Israel dari Serangan Iran, tapi Tak Bela Palestina
Airlangga mengatakan, guna meredam dampak kenaikan harga minyak global akibat konflik geopolitik Iran dan Israel, Pemerintah juga mencermati kondisi APBN agar dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai shock absorber. "Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan bersama otoritas moneter dan fiskal untuk menghasilkan bauran kebijakan dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi," tandasnya.
Untuk Indonesia, berdasarkan data pasar spot luar negeri (Trading Economics), nilai tukar rupiah berada di level Rp16.060 atau mengalami apresiasi 0,31% (dtd), lebih baik dibandingkan negara- negara lain seperti Korea, Filipina, dan Jepang.
Mayoritas bursa di Asia Pasifik juga bergerak di zona merah. Pada penutupan pasar (15/4) indeks FKLCI Malaysia melemah 0,55% (dtd), diikuti Kospi sebesar 0,42% (dtd). Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan pasar setelah libur Lebaran jatuh 2,14% ke 7.130,62.
Baca Juga: Rakyat Yordania Marah: Raja Abdullah Lindungi Israel dari Serangan Iran, tapi Tak Bela Palestina
Airlangga mengatakan, guna meredam dampak kenaikan harga minyak global akibat konflik geopolitik Iran dan Israel, Pemerintah juga mencermati kondisi APBN agar dapat menjalankan perannya secara optimal sebagai shock absorber. "Koordinasi lebih lanjut akan dilakukan bersama otoritas moneter dan fiskal untuk menghasilkan bauran kebijakan dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi," tandasnya.
Lihat Juga :