Rupiah Jatuh ke Rp16 Ribu, Gubernur BI Perry Warjiyo Siap Intervensi
Selasa, 16 April 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dampak Konflik Iran-Israel ke RI, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000 per USD
Selain memanggil Gubernur BI, Presiden Jokowi juga memanggil Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah pada level Rp16.214 setelah libur Lebaran 2024. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah hingga 2% dan bergerak di kisaran Rp16.150 - Rp16.200. Sementara itu, indeks dolar AS sempat menguat pada posisi 106,35.
Sebelumnya, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini terjadi di pasar internasional dan cukup wajar. Lemahnya rupiah berkaitan erat dengan data eksternal seperti inflasi di Amerika Serikat juga tensi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
“Ini mengacaukan perekonomian global sehingga banyak masyarakat yang beralih ke dolar, sehingga dolarnya mengalami penguatan cukup tajam dan orang beralih berinvestasi di dolar meninggalkan mata uang yang melawan dolar, salah satunya rupiah, jadi sangat wajar kalau rupiah turun,” kata Ibrahim baru-baru ini.
Selain memanggil Gubernur BI, Presiden Jokowi juga memanggil Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah pada level Rp16.214 setelah libur Lebaran 2024. Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah hingga 2% dan bergerak di kisaran Rp16.150 - Rp16.200. Sementara itu, indeks dolar AS sempat menguat pada posisi 106,35.
Sebelumnya, Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah ini terjadi di pasar internasional dan cukup wajar. Lemahnya rupiah berkaitan erat dengan data eksternal seperti inflasi di Amerika Serikat juga tensi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina.
“Ini mengacaukan perekonomian global sehingga banyak masyarakat yang beralih ke dolar, sehingga dolarnya mengalami penguatan cukup tajam dan orang beralih berinvestasi di dolar meninggalkan mata uang yang melawan dolar, salah satunya rupiah, jadi sangat wajar kalau rupiah turun,” kata Ibrahim baru-baru ini.
(akr)
Lihat Juga :