IHSG Ambruk Bukan Kena Efek Perang Iran-Israel, Analis Ungkap Faktornya

Selasa, 16 April 2024 - 20:37 WIB
loading...
A A A
Komoditas adalah satu hal yang disorot Didit, yang dikhawatirkan akan membuat harga jual rata-ratanya menjadi lebih mahal. Namun ini tak serta-merta dikhawatirkan akan memberatkan indeks.

“Kalau kita lihat memang masih ada beberapa komoditas yang dilarang dibeli dari Rusia sendiri seperti aluminium, nikel dan sebagainya, terutama oleh Amerika Serikat dan sekutunya,” papar Didit.

Ke Mana Selanjutnya?

Berkat koreksi dalam ini, fase downtrend indeks terlihat jelas per hari ini, yang sejatinya tekanan jualnya telah dimulai sejak sebelum liburan. Ini dipandang akan segera menyentuh area oversold.

“Apalagi kalau penekan utamanya adalah aksi jual asing, kesimpulan saya karena net-sell asing sudah terjadi sejak seblum liburan jadi fase jenuh jual itu bisa cepat tercapai,” terang Technical Analyst WH Project, William Hartanto.

Baca Juga: Rupiah dan IHSG Ambruk Berjamaah, Airlangga Klaim Masih Aman

Sementara itu Didit menilai IHSG masih dapat bertahan di level psikologis 7.000, dengan peluang terburuk hanya di 6.900.

“Sebenarnya worst case-nya ya, kami melihat pergerakan IHSG akan cenderung ke level 6.930. Tapi apabila mampu bertahan di atas 7.100 ini akan bisa menguat kembali ke 7.230,” tutupnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Jejak Penampilan Terbaik...
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved