Dipengaruhi China dan Perang, IMF Proyeksikan Ekonomi Global 2024 Bakal Melambat
Rabu, 17 April 2024 - 05:07 WIB
loading...
A
A
A
"Ekonomi global terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa dengan pertumbuhan tetap stabil dan inflasi menurun, tetapi banyak tantangan masih terbentang di depan," kata Pierre-Olivier Gourinchas, kepala ekonom IMF seperti dilansir Reuters, Rabu (17/4/2024).
Potensi eskalasi konflik Timur Tengah setelah serangan roket dan drone (pesawat tak berawak) Iran terhadap Israel dapat memiliki "efek kuat" pada pembatasan pertumbuhan, katanya. Ditambahkan juga bahwa, hal itu bisa menaikkan harga minyak dan inflasi, memicu kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral.
Departemen Keuangan AS sedang bersiap memberikan sanksi baru kepada Iran dalam beberapa hari mendatang yang dapat membatasi kemampuannya untuk mengekspor minyak, seperti diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Selasa.
Laporan tersebut menggambarkan "skenario buruk" di mana eskalasi Timur Tengah akan menyebabkan kenaikan harga minyak sebesar 15% dan biaya pengiriman yang lebih tinggi akan meningkatkan inflasi global sekitar 0,7 poin persentase.
IMF memperkirakan bahwa inflasi utama median global akan turun menjadi 2,8% pada akhir 2024 dari 4% tahun lalu, dan menjadi 2,4% pada 2025.
Proyeksi AS dan Eropa
IMF merevisi perkiraan untuk pertumbuhan AS di tahun 2024, dengan kenaikan tajam menjadi 2,7% dari 2,1% yang diprediksi sebelumnya pada Januari. Hal itu dipengaruhi karena pekerjaan dan belanja konsumen yang lebih kuat dari perkiraan.
Potensi eskalasi konflik Timur Tengah setelah serangan roket dan drone (pesawat tak berawak) Iran terhadap Israel dapat memiliki "efek kuat" pada pembatasan pertumbuhan, katanya. Ditambahkan juga bahwa, hal itu bisa menaikkan harga minyak dan inflasi, memicu kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral.
Departemen Keuangan AS sedang bersiap memberikan sanksi baru kepada Iran dalam beberapa hari mendatang yang dapat membatasi kemampuannya untuk mengekspor minyak, seperti diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Selasa.
Laporan tersebut menggambarkan "skenario buruk" di mana eskalasi Timur Tengah akan menyebabkan kenaikan harga minyak sebesar 15% dan biaya pengiriman yang lebih tinggi akan meningkatkan inflasi global sekitar 0,7 poin persentase.
IMF memperkirakan bahwa inflasi utama median global akan turun menjadi 2,8% pada akhir 2024 dari 4% tahun lalu, dan menjadi 2,4% pada 2025.
Proyeksi AS dan Eropa
IMF merevisi perkiraan untuk pertumbuhan AS di tahun 2024, dengan kenaikan tajam menjadi 2,7% dari 2,1% yang diprediksi sebelumnya pada Januari. Hal itu dipengaruhi karena pekerjaan dan belanja konsumen yang lebih kuat dari perkiraan.
Lihat Juga :