2 Faktor Penyebab Naiknya Harga Emas Selagi Perang Israel-Iran

Rabu, 17 April 2024 - 16:02 WIB
loading...
2 Faktor Penyebab Naiknya...
Harga emas melonjak setelah pecahnya perang antara Iran dan Israel. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga emas melonjak di tengah konflik militer yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel. Tidak hanya itu, pasar keuangan global juga mengalami gejolak.

Setelah serangan besar-besaran Iran terhadap Israel diluncurkan beberapa waktu lalu, yang merupakan respons dari serangan Zionis ke konsulatnya di Suriah rupanya telah menciptakan kegelisahan di kalangan investor. Para investor kini mulai berupaya menjauhi aset-aset berisiko dan berlindung pada emas karena daya tariknya sebagai aset safe-haven.

Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Emas Terbang ke Titik Tertinggi

Dilansir dari Financial Express, harga emas telah melonjak hampir 30% dalam 6 bulan terakhir dan lebih dari 13% tahun ini, mengungguli tolok ukur ekuitas Sensex dan Nifty dengan selisih yang wajar.

Sementara itu, harga emas spot telah naik 2,4% ke rekor tertinggi USD2,431.52 per ounce sebelum kemudian sempat beberapa kali kembali meningkat. Harga emas tercatat naik 4% selama seminggu dan 16% sepanjang tahun ini, melebihi kenaikan 13% yang tercatat sepanjang tahun 2023.

Pakar pasar memperkirakan emas akan menguat lebih lanjut dengan mempertimbangkan situasi geopolitik saat ini.

Faktor Meningkatnya Harga Emas

1. Ketegangan di Timur Tengah yang Semakin Memanas

Anuj Gupta, Kepala Komoditas & Mata Uang di HDFC Securities mengatakan, "Alasan utama meroketnya harga emas dan perak dapat dikaitkan dengan berita perang Iran-Israel".

Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan bahwa Iran telah lakukan serangan ke Israel, yang telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Itulah sebabnya harga emas dan harga logam mulia lainnya meroket meskipun nilai tukar dolar AS dan imbal hasil Treasury AS tidaklah menurun.

Menurut Livemint, desakan penurunan suku bunga Fed AS setelah angka inflasi AS yang kuat beberapa waktu lalu dan pembelian emas fisik secara agresif oleh bank sentral Tiongkok juga mendukung reli harga logam kuning dan putih.

Baca Juga: AS Siapkan Sanksi Baru untuk Iran terkait Serangan ke Israel

2. Banyak Investor Pilih Aset Safe Haven

Pada 16 April 2024 kemarin, pasar saham India merosot lebih dari 1% pada pembukaan dengan indeks acuan Sensex dan Nifty masing-masing anjlok lebih dari 900 poin dan lebih dari 250 poin, setelah ketegangan militer di Asia Barat.

Investor yang berhati-hati terlibat dalam aksi jual di seluruh sektor ekuitas India lantas membantu emas memperkuat posisinya. Karena statusnya yang aman, logam mulia ini telah menarik investor setelah perang Iran-Israel.

Meskipun demikian, tren emas secara keseluruhan tetap positif, dengan dukungan kuat terlihat di sekitar Rs 70.000. Koreksi kecil dalam jangka pendek mungkin terjadi, namun prospek emas secara luas tetap bullish.

Selain itu, logam mulia telah menguat lebih dari 13% sepanjang tahun ini, melebihi kenaikan 13% yang tercatat sepanjang tahun lalu, menurut broker Nirmal Bang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Rekomendasi
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved