alexametrics

Pengembangan Informasi Digital Bisa Kurangi Biaya Logistik

loading...
Pengembangan Informasi Digital Bisa Kurangi Biaya Logistik
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pengembangan sistem informasi berbasis digital pada sektor transportasi akan berdampak pada pengurangan biaya logistik. Kementerian Perhubungan, khususnya sub-sektor Perhubungan Laut sedang melakukan peningkatan dan pengembangan sistem teknologi informasi, antara lain sistem inaportnet di 16 lokasi pelabuhan, DO online, modernisasi pelabuhan berbasis teknologi informasi, Implementasi Logistic Community System (LCS) atau Port Community Services (PCS), Pengembangan Indo E-Navigation dan Ticketing Online serta Pengembangan Database untuk Penegakan Hukum (Law Enforcement).

"Saya yakin dengan adanya sistem digital ini serta komitmen bersama oleh seluruh stakeholder terkait, baik pemerintah maupun pihak swasta atau pengusaha, maka pendistribusian logistik kedepan akan jauh lebih baik, sehingga Indonesia dapat menjadi poros maritim dunia," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jakarta, Senin (10/11/2018).

Menhub menambahkan Indonesia saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan daya saing. Karenanya secara detail perlu dibahas hal-hal yang menjadi permasalahan. Untuk memecahkan permasalah itu maka diperlukan koordinasi yang baik. Pemerintah saat ini telah melakukan suatu koordinasi, inventarisari, bahkan upaya dan dukungan untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut.



"Kemenhub secara khusus telah menetapkan titik-titik, khususnya untuk logistik. Kita berikan suatu dukungan agar terjadi suatu perbaikan. Seperti Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok itu harusnya bisa mengkontribusi perubahan-perubahan yang berarti dengan kehadiran kapal-kapal besar, dan dengan pertumbuhan yang memadai tentu akan memberikan suatu makna bagi perkembangan itu," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak