Warning! Bank Terbesar Kedua di AS Wanti-wanti Harga Minyak Bisa Tembus USD130/Barel

Sabtu, 20 April 2024 - 16:54 WIB
loading...
A A A
Jika permusuhan Iran vs Israel meningkat menjadi konflik berkepanjangan, dikhawatirkan hal itu berdampak pada infrastruktur energi dan bisa mengganggu pasokan minyak mentah Iran. Efeknya harga patokan minyak global, Brent bisa naik "secara substansial" menjadi USD130 per barel pada kuartal kedua tahun ini.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Bank of America dalam sebuah catatan penelitian. Bahkan ditambahkan, bahwa minyak mentah AS bisa melonjak menyentuh angka USD123.

Dalam skenario tersebut mengasumsikan bahwa produksi minyak Iran turun hingga 1,5 juta barel per hari (bph). Menurut Badan Energi Internasional (IEA), Iran yang merupakan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memproduksi sekitar 3,2 juta barel minyak per hari. Tahun lalu peringkat Iran sebagai pemasok minyak terbesar kedua di dunia setelah AS.

Jika konflik menyebabkan gangguan di luar Iran, sepertinya pasar minyak dunia bakal kehilangan 2 juta barel per hari atau lebih. Menurut catatan Bank of America, efeknya harga bisa melonjak sebesar USD50 per barel.

Brent akhirnya akan menetap di sekitar USD100 pada tahun 2025, sementara patokan AS West Texas Intermediate (WTI) diprediksi akan turun menjadi USD93.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Rekomendasi
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved