Jepang Resesi meski Tak Lockdown, Ekonomi Minus 7,8% di Kuartal II/2020
Selasa, 18 Agustus 2020 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan ini menempatkan tekanan lebih lanjut pada perekonomian Jepang yang sudah berjuang dengan efek dari kenaikan pajak penjualan sampai 10% tahun lalu, bersama dengan serangkaian bencana alam yang dialami pada musim gugur yang lalu yakni topan Hagibis.
Kontraksi ekonomi dialami Jepang terjadi meski negeri dengan perekonomian terbesar setelah Amerika Serikat (AS) dan China tersebut tidak memberlakukan lockdown atau isolasi total. Setelah mengalami kontraksi, sebagian besar analis mengharapkan pertumbuhan ekonomi Jepang bisa rebound dalam beberapa bulan mendatang.
(Baca Juga: Peringatan! Hong Kong Resesi Satu Tahun Penuh Saat Ekonomi Kuartal II Minus 9% )
Perdana Menteri Shinzo Abe telah memperkenalkan paket stimulus besar yang bertujuan untuk membantu menjadi bantalan dari hantaman pandemi. Di sisi lain ekonomi terbesar kedua dunia, China menawarkan beberapa alasan untuk tetap berharap. Ekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China- rebound pada periode April hingga Juni, dengan pertumbuhan 3,2%.
Kontraksi ekonomi dialami Jepang terjadi meski negeri dengan perekonomian terbesar setelah Amerika Serikat (AS) dan China tersebut tidak memberlakukan lockdown atau isolasi total. Setelah mengalami kontraksi, sebagian besar analis mengharapkan pertumbuhan ekonomi Jepang bisa rebound dalam beberapa bulan mendatang.
(Baca Juga: Peringatan! Hong Kong Resesi Satu Tahun Penuh Saat Ekonomi Kuartal II Minus 9% )
Perdana Menteri Shinzo Abe telah memperkenalkan paket stimulus besar yang bertujuan untuk membantu menjadi bantalan dari hantaman pandemi. Di sisi lain ekonomi terbesar kedua dunia, China menawarkan beberapa alasan untuk tetap berharap. Ekonomi Negeri Tirai Bambu -julukan China- rebound pada periode April hingga Juni, dengan pertumbuhan 3,2%.
(akr)
Lihat Juga :