AS Bikin Rencana Obrak-abrik Persahabatan China dengan Rusia, Ini Targetnya

Kamis, 25 April 2024 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Keputusan ini menargetkan pemberi pinjaman di luar yurisdiksi AS dan Uni Eropa yang membantu Rusia mendapatkan barang-barang sensitif, yang dilaporkan mencakup semikonduktor, peralatan mesin, prekursor kimia, bantalan bola, dan sistem optik.

Keputusan ini telah mempengaruhi hubungan Rusia dengan bank-bank Cina sampai batas tertentu. Outlet berita Izvestia melaporkan pada bulan Februari bahwa beberapa bank Cina berhenti menerima pembayaran tertentu dari Rusia. Kemudian, Aleksey Potapov, wakil CEO MSP Bank Rusia, juga menyatakan bahwa beberapa bank China telah mulai menolak transaksi dari bank-bank Rusia.

Baca Juga: AS Diam-diam Kerahkan Rudal Canggih ATACMS ke Ukraina untuk Melawan Rusia

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengkonfirmasi bulan lalu bahwa masalah-masalah seperti itu memang ada, tetapi menegaskan bahwa masalah-masalah tersebut dapat diatasi dan tidak dapat menjadi penghalang bagi perkembangan lebih lanjut dari hubungan perdagangan dan ekonomi antara Rusia dan China.

Beijing telah mempertahankan kebijakan netralitas dalam konflik Ukraina, dengan para pejabat China berulang kali menyatakan bahwa negara ini tidak menjual senjata ke Rusia atau Ukraina. Awal bulan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan bahwa Tiongkok mengatur ekspor barang-barang penggunaan ganda sesuai dengan hukum dan peraturan, dan mendesak negara-negara yang relevan untuk tidak mencemari atau menyerang hubungan normal antara China dan Rusia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved