alexametrics

Penutupan Perdagangan 2018, IHSG Menghijau Saat Bursa Jepang Jatuh

loading...
Penutupan Perdagangan 2018, IHSG Menghijau Saat Bursa Jepang Jatuh
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir tahun 2018 ditutup menghijau pada detik-detik terakhir setelah menjalani pergerakan variatif. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir tahun 2018 ditutup menghijau pada detik-detik terakhir setelah menjalani pergerakan variatif sepanjang hari. Penutupan perdagangan 2018, IHSG berakhir parkir di level 6.194,50 dengan penguatan 3,85 poin atau setara 0,06%.

Sebelumnya pada awal perdagangan saham, Jumat (28/12/2018) terpantau IHSG naik 18,180 poin yang senilai 0,294% menjadi 6.208,82 poin. Raihan ini lebih baik dari penutupan Kamis (27/12) yang bertengger di level 6.190,64.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp10,73 triliun dengan 24,36 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp857,05 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,70 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,56 triliun. Tercatat sebesar 252 saham menguat, 197 melemah dan 134 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) naik Rp270 menjadi Rp4.200, PT BISI International Tbk. (BISI) bertambah Rp120 menjadi Rp1.675 dan PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) meningkat Rp110 ke posisi Rp1.840.

Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun Rp700 menjadi Rp3.600, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut Rp475 ke level Rp83.625 serta PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) berkurang Rp115 menjadi Rp1.560.

Di sisi lain, seiring dengan peningkatan kebanyakan bursa utama Asia pada perdagangan Jumat, indeks Jepang untuk mengakhiri tahun ini dengan penurunan untuk pertama kalinya sejak 2011. Menutup perdagangan tahun 2018, bursa Jepang berada dalam wilayah negatif di sesi sore perdagangan pekan ini.

Indeks Nikkei 225 dan Topix keduanya berjuang untuk mendapatkan keuntungan pada hari ini. Nikkei tercatat tergelincir 0,31% hingga ditutup menjadi 20.014,77 sedangkan indeks Topix turun 0,5% untuk menyelesaikan perdagangan pekan ini di posisi 1.494,09.

Kerugian tersebut membuat Nikkei 225 mencatat kerugian tahunan pertamanya sejak 2011. Topix juga membukukan kerugian tahunan terbesar sejak 2011, menurut Reuters. Pasar Jepang tutup pada Senin depan, menjadikan hari Jumat sebagai hari terakhir perdagangan mereka di 2018.

Namun di tempat lain di Asia, sebagian besar saham justru berlari pada jalur positif. Pasar saham daratan China yang menjadi perhatian utama investor seiring perang dagang Beijing dan Washington meningkat ketika Komposit Shanghai naik sekitar 0,44% ke level 2.493,90.

Sementara itu Komposit Shenzhen lebih tinggi 0,288% untuk menutup pekan ini menjadi 1.267,87. Selanjutnya indeks Hang Seng di Hong Kong sedikit lebih rendah pada detik-detik akhir perdagangan sebelum berbalik menguat 0,10% atau 25,31 poin menuju 25.504,199.

Lompatan tinggi juga diperlihatkan bursa saham patokan Australia, dimana ASX 200 naik sekitar 1,02% untuk ditutup pada level 5.654,3 dengan sebagian besar sektornya lebih tinggi. Subindex keuangan yang kerap tertekan, justru meningkat 2,34% ketika saham-saham perbankan menghijau.

Empat bank besar Australia mengalami kenaikan. Grup Perbankan Australia dan Selandia Baru naik 2,70%, Commonwealth Bank of Australia meningkat 2,25 persen, Westpac terdongkrak 2,98% dan National Australia Bank lebih tinggi 2,66%. Indeks Kospi di Korea Selatan turut menguat 0,62% hingga di sesi akhir 2018 menjadi 2.041,04.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak