Punya Segudang Sentimen Positif, Pasar Saham Akan Terus Meminimalkan Kerugian
Senin, 14 Desember 2020 - 13:25 WIB
loading...
Bagi investor yang bergantung pada teknis, hal ini mengindikasikan bahwa pasar saham masih memiliki potensi besar untuk meminimalkan kerugiannya pada kuartal IV. Foto/SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Indikator ekonomi yang dirilis awal November 2020 telah menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan dan telah menjadi dukungan untuk pasar modal . Angka PDB untuk kuartal dirilis sebesar -3.49% YoY, naik dari kuartal sebelumnya -5.32% menunjukkan bahwa ekonomi domestik berada pada fase pemulihan pada kuartal ketiga.
(Baca Juga: Perdagangan Bursa Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 47,55 Poin )
Wealth Management Head, Bank OCBC NISP Juky Mariska mengatakan, pelonggaran peraturan PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi dalam negeri. Ditambah juga untuk data PMI Manufaktur bulan Oktober yang mencatat sedikit penguatan dari 47.2 menjadi 47.4.
" IHSG menguat sebesar 5,3% pada bulan Oktober, mencatatkan penguatan bulanan terbesar di tahun 2020 setelah turun sebanyak 7.0% pada bulan September. Namun hingga akhir Bulan Oktober, IHSG masih 18.6% lebih rendah dibandingkan awal tahun 2020," ujar Juky di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Bagi investor yang bergantung pada teknis, lanjut Juky, hal ini mengindikasikan bahwa pasar saham masih memiliki potensi besar untuk meminimalkan kerugiannya pada kuartal IV yang didorong oleh pemulihan ekonomi.
(Baca Juga: Perdagangan Bursa Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat 47,55 Poin )
Wealth Management Head, Bank OCBC NISP Juky Mariska mengatakan, pelonggaran peraturan PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi dalam negeri. Ditambah juga untuk data PMI Manufaktur bulan Oktober yang mencatat sedikit penguatan dari 47.2 menjadi 47.4.
" IHSG menguat sebesar 5,3% pada bulan Oktober, mencatatkan penguatan bulanan terbesar di tahun 2020 setelah turun sebanyak 7.0% pada bulan September. Namun hingga akhir Bulan Oktober, IHSG masih 18.6% lebih rendah dibandingkan awal tahun 2020," ujar Juky di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Bagi investor yang bergantung pada teknis, lanjut Juky, hal ini mengindikasikan bahwa pasar saham masih memiliki potensi besar untuk meminimalkan kerugiannya pada kuartal IV yang didorong oleh pemulihan ekonomi.
Lihat Juga :