alexametrics

Bidik Pertumbuhan Laba 10%, Cermati Saham WSBP di 2019

loading...
Bidik Pertumbuhan Laba 10%, Cermati Saham WSBP di 2019
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) bidik pertumbuhan laba 10% di 2019 dibanding tahun lalu, dengan Januari 2019 terdapat potensi nilai kontrak baru sekitar Rp2 T. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membidik pertumbuhan laba 10% di 2019 dibanding tahun lalu. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal. Direktur Utama WSBP Jarot Subana mengatakan, tahun ini WSBP akan tetap mempertahankan kinerjanya baik dari sisi pendapatan usaha, laba, dan nilai kontrak baru.

“Pada Januari 2019 terdapat potensi nilai kontrak baru sekitar Rp2 triliun yang berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Cibitung-Cilincing, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan proyek lainnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi sebesar Rp665 miliar, dimana sebesar Rp250 miliar di antaranya merupakan pembayaran turnkey. Dengan pembayaran tersebut, WSBP dapat menutup akhir tahun 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional positif yang signifikan sekitar Rp 1,1 triliundibanding 2017 yang minus Rp2,4 triliun dan 2016 yang minus Rp3 triliun.



Sementara, Research Associate MNC Sekuritas Muhammad Rudy menambahkan, pihaknya mempertahankan proyeksi kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan WSBP. Laba bersih diperkirakan meningkat menjadi Rp1,39 triliun di 2019 dibanding target 2018 sebesar Rp1,2 triliun dan tahun 2017 sebesar Rp 1 triliun.

Pendapatan WSBP juga diproyeksi meningkat menjadi Rp9,47 triliun di 2019 dibanding target 2018 yang sebesar Rp8,49 triliun dan realisasi tahun 2017 sebesar Rp7,1 triliun. Sehingga, keinginan manajemen WSBP untuk menerapkan integrasi bisnis mulai dari hulu ke hilir akan berdampak terhadap kenaikan margin keuntungan perseroan dalam jangka panjang.

"Integrasi bisnis akan dilaksanakan dengan mengakuisisi perusahaan penyedia bahan baku produksi, seperti tambang pasir, produsen besi dan lainnya," pungkasnya.

Adapun, WSBP berencana mengembangkan fasilitas laboratorium seluas 1,1 hektare di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan menganggarkan dana senilai Rp27 miliar untuk pengembangan fasilitas ini untuk peningkatan kualitas produk.

WSBP juga berniat melanjutkan peningkatan kapasitas produksi beton precast menjadi 3,75 juta ton per tahun. Strategi ini akan menjadikan perusahaan siap dalam menghadapi tren pertumbuhan infrastruktur ke depan.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli WSBP dengan target harga Rp500/saham. Target ini merefleksikan perkiraan PE 2019 sebesar 9,44 kali dan PBV sebesar 1,56 kali dengan outlook positif.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak