Pengurangan Bandara Internasional Diyakini Perbaiki Bisnis Maskapai Domestik

Minggu, 28 April 2024 - 15:01 WIB
loading...
Pengurangan Bandara...
Oengurangan jumlah bandara internasional diyakini akan mendorong bisnis maskapai lokal. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pengurangan jumlah bandara internasional di Tanah Air diyakini akan memperbaiki bisnis maskapai penerbangan nasional. Sebab, dengan demikian maskapai dalam negeriakan bisa mengoptimalkan ceruk pasar penerbangan domestik.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, selama ini beberapa bandara di dalam negeri yang melayani penerbangan internasional hanya menguntungkan maskapai asing saja. Sebaliknya, kebijakan itu membunuh perusahaan serupa di dalam negeri.

Baca Juga: Kemenhub Pangkas Jumlah Bandara Internasional Jadi 17, Ini Daftarnya

Dia mencontohkan, penerbangan internasional dengan rute Singapura-Solo bisa dihentikan karena merugikan maskapai nasional. Sebagai gantinya, pemerintah bisa mengatur rute penerbangan menjadi Singapura-Jakarta, lalu dari Jakarta ke Solo. "Anda mau ke Solo, ya dari Singapura bisa ke Solo. Coba kalau Jakarta, kan maskapai domestiknya bisa ngangkut dari Jakarta ke Solo dan seterusnya," ujar Agus saat dihubungi MNC Portal, Minggu (28/4/2024).

Agus mengapresiasi pemangkasan tersebut karena menurutnya perusahaan penerbangan lokal bisa kolaps jika pemerintah tidak melakukan pemangkasan dan memperbanyak bandara yang melayani rute internasional. Membanjirnya bandara berstatus internasional menurutnya hanya memberi ruang bisnis bagi perusahaan asing dari pasar penerbangan Indonesia. "Yang ada adalah airline kita mati karena rute-nya diambil oleh maskapai asing kan," cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memangkas jumlah bandara internasional dari 34 bandara menjadi 17 saja. Kebijakan itu tertuang melalui Surat Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024 lalu.

Baca Juga: Israel Tolak Seruan Penyelidikan Independen terhadap Kuburan Massal Gaza

Agus memandang, langkah itu sebagai kebijakan yang tepat untuk memulihkan industri perberbangan di dalam negeri. Namun, menurut dia proses pengurangan masih harus terus dilakukan hingga tersisa lima bandara internasional saja di Indonesia.

Dia mengusulkan lima bandara saja di Indonesia yang melayani penerbangan internasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta; Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar; Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Juanda, Surabaya; dan Bandara Internasional Kualanamu Medan.

"Harus (dipangkas), saya sudah mendorong ini sejak 10 tahun yang lalu, supaya bandara untuk port of entry masuk ke negara itu tidak lebih dari 10. Amerika saja yang ratusan bandaranya tapi port of entry hanya delapan, jadi kebanyakan untuk apa?" tuturnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
AS Bakal Batasi Penerbangan...
AS Bakal Batasi Penerbangan Internasional, Picu Kekacuan Jutaan Penumpang Global
Fenomena Gangguan Sinyal...
Fenomena Gangguan Sinyal GPS, DPR: Berpotensi Ancam Keselamatan Penerbangan Sipil
Bandara A Yani Berstatus...
Bandara A Yani Berstatus Internasional, DPR: Semarang Jadi Pusat Konektivitas Global
Bandara Jenderal Ahmad...
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Kembali Berstatus Internasional
Rekomendasi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved