Wall Street Loyo Usai Suku Bunga The Fed Ditahan Imbas Inflasi AS Masih Tinggi
Kamis, 02 Mei 2024 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,18% pada 157,52 sementara Sterling naik tipis 0,01% pada USD1,2491.
Imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang menjadi acuan turun 5,4 basis poin menjadi 4,63%, dari 4,684% pada akhir Selasa, dan imbal hasil obligasi 2-tahun, yang biasanya bergerak sesuai ekspektasi suku bunga, turun 8,6 basis poin menjadi 4,9602%, dari 5,046%.
Pasar obligasi Eropa ditutup untuk libur 1 Mei, begitu pula sebagian besar pasar saham di Eropa dan di Tiongkok, Hong Kong, dan sebagian besar Asia.
Dari pasar saham yang diperdagangkan, FTSE Inggris (.FTSE) berakhir 0,28% lebih rendah, dan Nikkei Jepang ditutup turun 0,34% (.N225).
Harga minyak turun untuk hari ketiga di tengah meningkatnya harapan perjanjian gencatan senjata di Timur Tengah dan berlanjutnya penurunan setelah laporan penyimpanan EIA AS. Minyak mentah AS turun 3,58% menjadi USD79,00 per barel, dan Brent turun menjadi USD83,44 per barel atau lebih rendah 3,35% hari ini.
Imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang menjadi acuan turun 5,4 basis poin menjadi 4,63%, dari 4,684% pada akhir Selasa, dan imbal hasil obligasi 2-tahun, yang biasanya bergerak sesuai ekspektasi suku bunga, turun 8,6 basis poin menjadi 4,9602%, dari 5,046%.
Pasar obligasi Eropa ditutup untuk libur 1 Mei, begitu pula sebagian besar pasar saham di Eropa dan di Tiongkok, Hong Kong, dan sebagian besar Asia.
Dari pasar saham yang diperdagangkan, FTSE Inggris (.FTSE) berakhir 0,28% lebih rendah, dan Nikkei Jepang ditutup turun 0,34% (.N225).
Harga minyak turun untuk hari ketiga di tengah meningkatnya harapan perjanjian gencatan senjata di Timur Tengah dan berlanjutnya penurunan setelah laporan penyimpanan EIA AS. Minyak mentah AS turun 3,58% menjadi USD79,00 per barel, dan Brent turun menjadi USD83,44 per barel atau lebih rendah 3,35% hari ini.
(akr)
Lihat Juga :