Hubungan Makin Panas, China Ancam Ekspor Anggur Australia

Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:17 WIB
loading...
A A A
Menteri Perdagangan Simon Birmingham mengatakan bahwa pihak berwenang China juga memperingatkan Australia bahwa mereka mungkin meluncurkan investigasi lanjutan mengenai apakah eksportir anggur Australia mendapat keuntungan dari subsidi pemerintah.

"Ini sangat mengecewakan dan perkembangan yang mengejutkan," ujar Senator Birmingham. "Anggur Australia sangat diminati di China karena kualitasnya. Anggur Australia juga tak dijual di bawah harga pasar dan ekspor pun tak disubsidi," tegasnya.

Sementara itu, sumber dari industri juga mencemooh tudingan bahwa anggur Australia dijual murah di China. Konsultan anggur Victoria James Hall mengatakan, sebotol anggur Australia rata-rata tiga kali lebih mahal dari anggur lokal.

"Nilai anggur Australia yang diimpor China naik hampir dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir," ujarnya kepada ABC Statewide Drive Victoria. "Ini gila. Keputusan (China) itu kelihatannya politis," ujarnya.

Jeffrey Wilson dari Perth USAsia Centre mengatakan, ada pola yang jelas mengenai pemaksaan secara ekonomi yang kini muncul. "Dubes China untuk Australia secara terbuka telah mengancam untuk memberikan sanksi terhadap anggur (Australia) April lalu. Jadi sulit untuk percaya bahwa ini adalah penyelidikan kebijakan perdagangan biasa," cetusnya.

Namun, Wilson memperingatkan bahwa industri anggur negara itu akan sangat terpukul jika Kementerian Perdagangan China menyimpulkan bahwa terjadi dumping dan kemudian menerapkan sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Makin Panas, Ukraina...
Makin Panas, Ukraina Minta Rudal Jelajah Tomahawk kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved