Ekonomi Global Diramal Stagnan, Sri Mulyani Cs Waswas
Jum'at, 03 Mei 2024 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia kebijakan monetar Amerika Serikat yang cenderung mempertahankan suku bunga lebih tinggi dam lebih lama dan penundaan pemangkasan suku bunga serta tingginya yield dari US Treasury telah menyebabkan terjadinya arus modal portfolio keluar dari negara-negara berkembang dan emerging pindah ke Amerika Serikat.
Menurutnya, hal ini menyebabkan penguatan Dolar AS dan melemahnya nilai tukar berbagai mata uang dari berbagai negara. Di sisi lain, ekonomi China diperkiraan tumbuh melambat dari 5,2% yoy tahun lalu menjadi 4,6% di 2024.
"Ekonomi dunia juga dipengaruhi eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang semakin tinggi," kata dia.
Baca Juga: Nilai Dolar AS Melonjak, Yuan Kehilangan Kilaunya di Kalangan Eksportir China
Dia mengatakan risiko terkait potensi penundaan pemangkasan Fed Fund Rate, tingginya yield US Treasury dan penguatan Dolar AS serta eskalasi dari ketegangan geopolitik global akan terus dicermati.
"KSSK akan terus siaga mengantisipasi dengan respons kebijakan yang sinergis dan efektif untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan dan ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia dan terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia," jelasnya.
Menurutnya, hal ini menyebabkan penguatan Dolar AS dan melemahnya nilai tukar berbagai mata uang dari berbagai negara. Di sisi lain, ekonomi China diperkiraan tumbuh melambat dari 5,2% yoy tahun lalu menjadi 4,6% di 2024.
"Ekonomi dunia juga dipengaruhi eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang semakin tinggi," kata dia.
Baca Juga: Nilai Dolar AS Melonjak, Yuan Kehilangan Kilaunya di Kalangan Eksportir China
Dia mengatakan risiko terkait potensi penundaan pemangkasan Fed Fund Rate, tingginya yield US Treasury dan penguatan Dolar AS serta eskalasi dari ketegangan geopolitik global akan terus dicermati.
"KSSK akan terus siaga mengantisipasi dengan respons kebijakan yang sinergis dan efektif untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan dan ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia dan terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :