BI Buka-bukaan Soal Arah Suku Bunga Acuan, Perry Warjiyo: Tak Perlu Naik Lagi

Rabu, 08 Mei 2024 - 19:56 WIB
loading...
BI Buka-bukaan Soal...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan BI Rate berdasarkan data yang ada sekarang sudah cukup untuk memastikan aliran modal asing masuk dan menekan angka inflasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai dengan skenario rupiah telah menguat dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11%, maka tidak ada lagi kenaikan suku bunga acuan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan BI Rate atau suku bunga acuan berdasarkan data yang ada sekarang sudah cukup untuk memastikan aliran modal asing masuk dan menekan angka inflasi.

"Arah pergerakannya tentu saja ini dengan kenaikan BI rate dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) kemarin, tentu saja data-data yang sekarang menunjukkan bahwa memang tidak lagi ada keperluan untuk menaikkan BI rate," ujar Perry dalam acara Perkembangan Ekonomi Terkini BI, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga: Suku Bunga Naik Jadi 6,25 Persen, BI Pede Ekonomi Tetap Tumbuh di Kisaran 4,7-5,5%

Dengan data saat ini, lanjut Perry, kenaikan suku bunga acuan sebelumnya cukup untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah, memastikan adanya arus modal asing masuk dan menjaga inflasi.

"Dengan data-data yang sekarang, kami melihat kenaikan bahwa kenaikan BI rate dan SRBI itu cukup untuk memastikan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan juga memastikan inflow dan juga memastikan inflasi," jelasnya.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.185 Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Meski begitu, Perry memastikan, kebijakan suku bunga acuan tetap menunggu hasil rapat dewan gubernur (RDG). "Semuanya tetap data dependent, hasilnya tunggu nanti RDG bulanan kedua," katanya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 23-24 April 2024, ada keputusan untuk menaikkan BI rate 25 basis poin menjadi 6,25%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Rekomendasi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved