alexametrics

Menunggu Kiprah Selanjutnya Bankir Visioner, Jerry Ng

loading...
Menunggu Kiprah Selanjutnya Bankir Visioner, Jerry Ng
Jerry Ng memimpin BTPN dengan aset kurang dari Rp10 triliun, lalu mengakhiri masa tugasnya dengan aset lebih dari Rp101,9 triliun. Kemana mantan bankir Citibank ini akan melanjutkan langkah?. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pada peluncuran program Laku Pandai di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 27 Maret 2015 silam, Jerry Ng tampil beda. Mendapat kesempatan berbicara paling akhir, dihadapan audiens, dewan komisioner OJK dan bankir lain, Presiden Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) ini menyampaikan keniscayaan disrupsi digital di sektor keuangan.

“Teknologi semakin canggih dan tak terhentikan. Teknologi membuat semua pelaku bisnis, termasuk sektor keuangan, berdiri di garis start yang sama,” katanya penuh antusias, ketika itu.

Bankir senior ini menyampaikan hal tersebut untuk menjelaskan alasan BTPN ikut dalam program Laku Pandai. Menurutnya, konsep pelayanan nasabah yang masih menggunakan pendekatan cabang (bank centris) harus didefinisikan ulang. Melayani nasabah harus bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.



“Laku Pandai itu terobosan revolusioner. Program ini memungkinkan pelayanan nasabah dilakukan di luar kantor bank dengan menggunakan agen sebagai kepanjangan tangan bank. Ini efektif menjangkau masyarakat yang selama ini tidak terlayani bank (unbankable),” katanya lagi.

BTPN meluncurkan BTPN Wow! di Medan pada 30 Maret 2015, setelah melakukan pilot project hampir setahun lamanya. Per akhir Desember 2018, jumlah agen mencapai 191 ribu dan nasabah hampir mencapai 3,8 juta nasabah.

Pada kesempatan berbeda, Jerry mengaku terpesona dengan perkembangan teknologi digital. Teknologi memungkinkan start up, termasuk perusahaan financial technology (fintech), tumbuh bakcendawan di musim hujan.

“Mereka luar biasa inovatif dan selalu berani mencoba hal baru. Didirikan dan dijalankan generasi yang sangat technologically savvy serta “lapar” untuk melakukan disrupsi dan keinginan untuk memenangkan setiap peluang,” ucapnya tentang fenomena fintech.

Sejatinya, Jerry terpukau sekaligus khawatir efek revolusi digital bisa menjalar ke bank yang ia pimpin. Jerry selalu menyampaikan pentingnya transformasi dan bagaimana organisasi melakukannya dengan tetap penuh kehati-hatian.

“Saya selalu berupaya meyakinkan bahwa perusahaan yang tidak mau beradaptasi dengan perubahan, nggak ada nilainya. Kita harus mau berbesar hati meninggalkan pemahaman lama, dan selalu membuka diri mempelajari hal hal baru,” katanya saat berbincang dengan sejumlah media.

Setelah meluncurkan BTPN Wow! Pada Maret 2015, BTPN meluncurkan Jenius pada Agustus 2016. Ini adalah produk kedua BTPN yang mengoptimalkan platform digital. Perbedaannya, BTPN Wow! Untuk segmen below consuming class, Jenius untuk consuming class dan masyarakat yang melek digital. Per Desember 2018, atau dalam kurun 2 tahun, Jenius telah menggaet lebih dari 1,2 juta nasabah.

Ketika ditanya alasan dibalik agresivitas BTPN bermain diranah digital, Jerry menyatakan itu memang keharusan, tidak bisa ditunda tunda lagi. Agar tetap relevan, bank harus mau beradaptasi.

Keberanian BTPN terjun ke bisnis digital berbuah manis. Selain dikenal sebagai pionir bank digital, BTPN juga berlimpah penghargaan dan apresiasi. Yang paling mengesankan adalah mendapat pengakuan dari Majalah Fortune Magazine.

Dalam daftar “Fortune Change the World” yang dirilis untuk edisi September 2016, BTPN melalui BTPN Wow! Masuk kedalam daftar 50 perusahaan di seluruh dunia yang dinilai telah melakukan kinerja baik dalam menyelesaikan masalah sosial sekaligus dapat memperoleh keuntungan. BTPN Wow! Dianggap berhasil membantu masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan di Indonesia dan memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan di Indonesia.

Bankirvisoner yang berani menjajal hal baru itu telah undur diri dari BTPN. Dan mungkin juga pamit dari industri keuangan yang Ia geluti lebih dari 30 tahun. Hari ini adalah hari terakhirnya setelah menjalani 10 tahun yang gemilang.

Ia memulai memimpin BTPN dengan aset kurang dari Rp10 triliun, lalu mengakhiri masa tugasnya dengan aset lebih dari Rp101,9 triliun. Tumbuh 10 kali lipat dalam satu dekade. Kemana mantan bankir Citibank ini akan melanjutkan langkah? Ia tak menjawab secara pasti. Yang jelas dia pernah berucap “Energi saya masih banyak. Saya tidak pernah ada rencana untuk pensiun.”

Ia pun hanya tersenyum ketika media mengonfirmasi rencananya untuk masuk ke bisnis fintech. Jadi, kita tunggu saja kiprah selanjutnya
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak